Soroti Sikap dalam Demokrasi
Prabowo juga menyinggung pemimpin yang mengajak pendukungnya melakukan aksi bakar-bakar setelah kalah dalam pemilihan umum.
“Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar itu bangsa apa itu,” ujarnya.
Ia menyebut pemimpin yang mendorong tindakan tersebut sebagai pengkhianat.
“Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat. Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu,” katanya.
Prabowo kemudian mengenang pengalamannya mengikuti lima kali kontestasi politik. Meski beberapa kali kalah, ia mengaku tetap menghormati hasil pemilu dan menghadiri pelantikan rival politiknya.
“Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik, pertandingan itu baik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang kini menjadi bagian dari kabinet.
“Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah… sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa kembali bersatu setelah proses demokrasi selesai.
“Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia saudara-saudara,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang terhadap kritik yang disampaikan secara konstruktif.
“Kalau lu enggak setuju, lu enggak mau bekerja, lu duduk saja lihat baik-baik. Tapi kita terima kritik. Kritik itu bagus,” katanya.
Singgung WNI, Koruptor, dan Reformasi BUMN
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan warga yang merasa Indonesia tidak memiliki masa depan dipersilakan mencari negara lain.
“Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang,” ujarnya.
Namun, bagi masyarakat yang tetap tinggal di Indonesia, ia mengajak untuk bergotong royong membangun bangsa.
Prabowo juga menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak akan melemahkan perusahaan besar.
“Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini,” katanya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat mengedepankan persatuan dan meninggalkan budaya saling mencaci.
“Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga. Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian,” ujarnya.
Di akhir pidato, Prabowo menyinggung persoalan korupsi, termasuk tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN itu sumber korupsi,” ujar Prabowo.
Ia juga meminta para pelaku korupsi menghentikan praktik tersebut dan mengembalikan uang negara.
“Hei para koruptor sadar diri, hentikan praktik-praktik kau. Rakyat tidak bodoh. Kembalikan kekayaan rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo menambahkan, peningkatan kesejahteraan aparatur negara juga menjadi perhatian pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak meras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji baik supaya mereka tidak korupsi,” ujarnya.





