JAKARTA – Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengungkap sejumlah buku yang menjadi koleksi bacaan Presiden RI Prabowo Subianto di perpustakaan pribadinya di Hambalang, Jawa Barat.
Menurut Dirgayuza, karakter dan cara berpikir seorang pemimpin dapat dipahami melalui buku-buku yang dibacanya. Ia menyebut perpustakaan pribadi Prabowo menjadi pusat aktivitas intelektual sekaligus ruang kerja Presiden.
“Di ruangan inilah ia bekerja. Di ruangan inilah ia menerima tamu negara, berdiskusi dengan para menteri, membaca laporan, menyusun gagasan, menikmati waktu istirahat, bahkan makan siang dan makan malam. Perpustakaan ini sekaligus menjadi ruang kantor, ruang rapat, ruang makan, dan ruang kontemplasi. Boleh dikatakan, perpustakaan ini adalah nerve center kediaman pribadi beliau di Hambalang,” ujar Dirgayuza kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026).
Kegemaran Membaca Sudah Dimulai Sejak Remaja
Dirgayuza mengatakan, kecintaan Prabowo terhadap buku telah tumbuh sejak masih bersekolah di American School in London pada 1968.
Saat itu, Prabowo disebut menjadi satu-satunya murid berkulit cokelat di sekolah tersebut. Meski demikian, ia dipercaya menjadi ketua tim debat, kapten tim sepak bola, sekaligus editor majalah dinding sekolah.
“Tiga peran yang tampaknya berbeda itu sesungguhnya memiliki satu benang merah: kemampuan berpikir, memimpin, dan berkomunikasi. Perpustakaan Hambalang hari ini seolah menjadi kelanjutan alami dari tradisi intelektual yang telah tumbuh sejak masa remajanya,” tutur Dirgayuza.





