JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah kabar yang menyebut Washington akan menggelontorkan dana langsung kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan damai yang tengah dirundingkan kedua negara.
Sebelumnya, beredar laporan mengenai rencana pembentukan dana investasi senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp5.400 triliun yang disiapkan untuk mendorong pemulihan ekonomi Iran sekaligus mendukung tercapainya perjanjian damai permanen antara Washington dan Teheran.
Namun, Trump menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan menginvestasikan dana negara ke Iran.
“Ngomong-ngomong, kami tidak menginvestasikan uang sepeser pun di Iran,” kata Trump kepada wartawan saat menghadiri KTT G7 di Perancis, Selasa (16/6/2026).
Trump bahkan menyebut laporan mengenai potensi investasi Amerika Serikat di Iran sebagai sesuatu yang “konyol”, sebagaimana dilaporkan The Washington Post, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, Trump mengakui peluang investasi di Iran dapat terbuka di masa mendatang seiring upaya pemulihan pascakonflik.
“Saya yakin akan ada peluang besar,” ujar Trump yang didampingi Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Rincian Dana Investasi Masih Belum Jelas
Sejumlah pejabat Amerika Serikat dan anggota Kongres hingga kini masih menunggu rincian lengkap dari kesepakatan damai yang tengah disusun.
Trump mengatakan naskah kesepakatan tersebut akan dikirimkan kepada anggota parlemen untuk ditinjau lebih lanjut.
Sementara itu, seorang pejabat Timur Tengah yang mengetahui isi dokumen menyebut nota kesepahaman (MoU) yang sedang dirancang masih minim detail teknis.





