Seorang pejabat senior Amerika Serikat menegaskan akses Iran terhadap dana tersebut bergantung pada kepatuhan Teheran terhadap seluruh poin kesepakatan.
“Akses ke dana tersebut hanya terjadi jika mereka membuat diri mereka layak investasi, mereka membuat diri mereka menjadi negara di mana Anda benar-benar dapat melihat bahwa negara itu tidak akan mengejar senjata nuklir atau memainkan permainan ini di balik bayang-bayang,” kata pejabat tersebut.
Pejabat AS lainnya menegaskan bahwa fokus utama kesepakatan tersebut tetap berada pada program nuklir Iran.
“Jelas, fokusnya paling besar pada program nuklir,” katanya.
Selama ini, berbagai sanksi Amerika Serikat telah membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan internasional dan perdagangan global.
Sesuai aturan yang berlaku sejak era kesepakatan nuklir pemerintahan Barack Obama, Kongres juga harus diberi waktu sedikitnya 30 hari untuk meninjau setiap perjanjian yang berkaitan dengan pencabutan sanksi.
JD Vance: Tidak Ada Dana dari Pajak Warga AS
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, tidak membantah adanya pembahasan mengenai dana investasi tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima dana yang berasal dari pajak warga Amerika.
“Itulah jenis hal yang bisa mereka akses selama mereka memenuhi kewajiban mereka. Iran tidak akan pernah mendapatkan sepeser pun uang pajak warga Amerika,” kata Vance.
Selat Hormuz dan Isu Nuklir Jadi Fokus Utama
Pejabat Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan tersebut di Jenewa pada Jumat mendatang.





