Trump Bantah AS Kucurkan Dana ke Iran, Fokus Kesepakatan Damai Tetap pada Program Nuklir

Seorang pejabat senior Amerika Serikat menegaskan akses Iran terhadap dana tersebut bergantung pada kepatuhan Teheran terhadap seluruh poin kesepakatan.

“Akses ke dana tersebut hanya terjadi jika mereka membuat diri mereka layak investasi, mereka membuat diri mereka menjadi negara di mana Anda benar-benar dapat melihat bahwa negara itu tidak akan mengejar senjata nuklir atau memainkan permainan ini di balik bayang-bayang,” kata pejabat tersebut.

Pejabat AS lainnya menegaskan bahwa fokus utama kesepakatan tersebut tetap berada pada program nuklir Iran.

Baca Juga :  Patung Toilet Emas Muncul di Washington D.C., Sindir Gaya Hidup Donald Trump

“Jelas, fokusnya paling besar pada program nuklir,” katanya.

Selama ini, berbagai sanksi Amerika Serikat telah membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan internasional dan perdagangan global.

Sesuai aturan yang berlaku sejak era kesepakatan nuklir pemerintahan Barack Obama, Kongres juga harus diberi waktu sedikitnya 30 hari untuk meninjau setiap perjanjian yang berkaitan dengan pencabutan sanksi.

JD Vance: Tidak Ada Dana dari Pajak Warga AS

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, tidak membantah adanya pembahasan mengenai dana investasi tersebut.

Baca Juga :  Jepang Peringatkan Potensi Banjir di Kyushu Utara akibat Hujan Lebat dan Ancaman Topan

Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima dana yang berasal dari pajak warga Amerika.

“Itulah jenis hal yang bisa mereka akses selama mereka memenuhi kewajiban mereka. Iran tidak akan pernah mendapatkan sepeser pun uang pajak warga Amerika,” kata Vance.

Selat Hormuz dan Isu Nuklir Jadi Fokus Utama

Pejabat Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan tersebut di Jenewa pada Jumat mendatang.

Pos terkait