Israel Dinilai Kian Mengubah Status Quo Masjid Al-Aqsa, Apa Dampaknya bagi Kawasan dan Dunia?

YERUSALEM – Kekhawatiran terhadap perubahan status quo di Kompleks Masjid Al-Aqsa kembali mengemuka setelah sejumlah negara memperingatkan potensi meningkatnya ketegangan di kawasan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam pertemuan darurat para menteri luar negeri dari 10 negara anggota Liga Arab yang digelar di Amman, Yordania, pekan ini.

Dalam pernyataan bersama, para peserta menilai dugaan pelanggaran terhadap status quo di Masjid Al-Aqsa berpotensi memicu konflik agama yang dampaknya meluas hingga mengancam perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.

Baca Juga :  Iran Tegas Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata dan Negosiasi Perang

Pernyataan tersebut juga ditandatangani oleh menteri luar negeri Indonesia, Pakistan, Turkiye, dan Malaysia.

Pertemuan digelar atas inisiatif Menteri Luar Negeri Yordania menyusul meningkatnya kekhawatiran mengenai dugaan perubahan terhadap pengaturan yang telah berlaku selama puluhan tahun di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kesepakatan tersebut selama ini bertujuan menjaga keseimbangan dan mencegah konflik di kawasan yang menjadi salah satu lokasi paling suci bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

Baca Juga :  Perubahan Sikap Trump terhadap Iran Dinilai Berubah-ubah, Sejumlah Target Perang Mulai Ditinggalkan

“Kami memperingatkan bahwa mengutak-atik status quo … dapat memicu konflik agama yang gaungnya akan melampaui Palestina dan Yordania hingga ke seluruh dunia Islam,” kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi kepada The Guardian sebelum pertemuan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel membantah tudingan tersebut.

Menurut pemerintah Israel, Yerusalem saat ini tetap terbuka dan dapat diakses oleh pemeluk seluruh agama.

Pos terkait