OTTAWA – Sebuah penerbangan di Kanada terpaksa dibatalkan setelah seorang anak kecil menolak mengenakan sabuk pengaman saat pesawat bersiap lepas landas. Insiden tersebut kembali memicu perdebatan mengenai prosedur keselamatan penerbangan serta penanganan anak-anak di dalam pesawat.
Keputusan awak kabin yang mengutamakan aspek keselamatan mendapat dukungan dari pakar keselamatan penerbangan anak, Lia Tuso.
Kepada BBC, Tuso menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi melindungi seluruh penumpang, termasuk anak yang bersangkutan.
Menurutnya, anak yang tidak menggunakan sabuk pengaman berpotensi mengalami cedera serius dan dapat membahayakan penumpang lain apabila terjadi turbulensi, terutama saat proses lepas landas maupun pendaratan.”Anak-anak yang tidak dipasangi sabuk pengaman dapat menjadi proyektil,” kata Tuso, seperti dik
utip BBC, Senin (10/8/2026).
Anak Menolak Memakai Sabuk Pengaman
Insiden itu terjadi dalam penerbangan Porter Airlines dengan rute Victoria menuju Toronto pada 6 Agustus 2026.
Pihak maskapai menjelaskan bahwa pesawat yang telah bersiap untuk lepas landas terpaksa kembali ke terminal karena seorang anak berdiri di atas kursinya dan menolak mengenakan sabuk pengaman.
Menurut Porter Airlines, baik orang tua yang mendampingi maupun awak kabin telah berupaya membujuk anak tersebut agar mematuhi prosedur keselamatan.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Upaya orang tua yang mendampingi serta awak pesawat untuk mengatasi hal ini tidak membuahkan hasil,” ungkap Porter Airlines.
Demi menjaga keselamatan penerbangan, awak kabin akhirnya memutuskan menurunkan penumpang yang bersangkutan.
“Pesawat tidak dapat lepas landas dalam kondisi tidak aman ini, sehingga awak pesawat memilih untuk kembali ke terminal dan menurunkan kedua penumpang tersebut,” tambah pihak maskapai.





