MAGELANG – Seorang guru berinisial EGDA (29), warga Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga menjadi korban penganiayaan di rumahnya pada Senin (21/9/2026) dini hari.
Terduga pelaku disebut mendatangi kamar EGDA dan langsung melakukan penyerangan setelah korban membuka pintu.
Kakak korban, Nastiti, menuturkan bahwa berdasarkan cerita adiknya, terduga pelaku menggedor pintu kamar sekitar pukul 00.00 hingga 00.30 WIB.
“Pas adik saya buka (pintu), dia (terduga pelaku) langsung menyerang, memukul kepala pakai alat panjang,” kata Nastiti saat dihubungi, Senin.
Saat kejadian, hanya EGDA dan ayahnya yang berada di rumah. Ayah korban diketahui sedang dalam kondisi sakit.
Nastiti mengatakan seluruh pintu rumah ketika itu sudah dalam keadaan terkunci.
“Cara masuk (pelaku) ke rumah bagaimana itu belum tahu,” ungkapnya.
Terduga Pelaku Disebut Berpenampilan seperti Laki-laki
Nastiti mengatakan, terduga pelaku memiliki penampilan fisiologis seperti laki-laki. Namun, korban belum dapat memastikan alat yang digunakan untuk menyerangnya.
Menurut Nastiti, EGDA sempat berupaya mengambil telepon seluler untuk merekam dugaan penganiayaan tersebut. Namun, ponsel itu diambil dan dirusak oleh terduga pelaku.
“Setelah dipukul, adik saya pingsan,” katanya.
Setelah kejadian, EGDA mendapat pertolongan dari warga sekitar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar, Kota Magelang.
Nastiti mengatakan ayah EGDA yang berada di rumah saat kejadian dalam kondisi selamat.
“Adik saya ada luka di kepala dengan dua jahitan. Tangannya, katanya, ada retak,” imbuhnya.





