Bitcoin dan Ethereum berpotensi melanjutkan tren penguatan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Sentimen tersebut mendorong kenaikan sejumlah aset kripto utama. Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi intraday di 63.850 dollar AS atau sekitar Rp1,14 miliar (kurs Rp17.944 per dollar AS), didorong meningkatnya tekanan beli di pasar.
Sementara itu, Ethereum mendekati level 1.700 dollar AS atau sekitar Rp30,5 juta. Aset kripto lain seperti XRP dan Dogecoin juga mencatat kenaikan signifikan.
Tidak hanya aset digital, saham perusahaan yang terkait dengan industri kripto turut menguat. Strategy Inc. (NASDAQ: MSTR) dan Bitmine Immersion Technologies Inc. (NYSE: BMNR) masing-masing ditutup menguat 4,16 persen dan 5,63 persen.
Sentimen Bullish Masih Terjaga
Data pasar menunjukkan optimisme investor terhadap Bitcoin masih cukup kuat.
“Open interest Bitcoin naik 1,23 persen dalam 24 jam terakhir. Trader derivatif ritel dan whale dengan posisi BTC terbuka tetap bullish terhadap mata uang kripto utama ini,” lapor Benzinga, Kamis (11/6/2026).
Kapitalisasi pasar Bitcoin juga meningkat sekitar 1,98 persen menjadi 2,17 triliun dollar AS atau setara Rp38,9 kuadriliun.
Meski demikian, sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih berada dalam kategori extreme fear atau ketakutan ekstrem, meskipun harga sejumlah aset digital mengalami kenaikan.
Bitcoin Berpeluang Tembus 65.000 Dollar AS
Pelaku pasar berharap tren positif Bitcoin dapat berlanjut hingga menembus level 65.000 dollar AS atau sekitar Rp1,16 miliar.
Namun, potensi koreksi masih terbuka karena sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar, termasuk perkembangan terkait rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) SpaceX.
Diketahui, SpaceX memiliki 18.712 Bitcoin per 31 Maret 2026. Jika perusahaan tersebut melantai di bursa saham, langkah itu dinilai dapat memperkuat ekosistem aset kripto.
Namun apabila tidak memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi harga.
“Namun, jika trennya terhenti, kita mungkin akan mencapai titik terendah koreksi ini pada akhir pekan,” kata analis mata uang digital Michael van de Poppe.
Menurutnya, level 63.200 dollar AS atau sekitar Rp1,13 miliar menjadi area penting bagi Bitcoin untuk menjaga momentum penguatan dan menghindari penurunan yang lebih dalam.





