Jalan Provinsi Tetap Menjadi Prioritas
Mirza menegaskan, fokus anggaran Pemprov Lampung saat ini masih diarahkan untuk meningkatkan kualitas jalan provinsi.
Pemerintah daerah menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 95 persen pada 2030.
“Target kami 95 persen jalan mantap. Posisi tahun ini sudah 86 persen,” katanya.
Dengan tingkat kemantapan yang telah mencapai 86 persen, Pemprov Lampung masih harus menyelesaikan perbaikan sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangannya.
Peningkatan kualitas jalan provinsi dinilai penting karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antardaerah.
Setelah target penanganan jalan provinsi tercapai, Pemprov Lampung akan mempertimbangkan ruang anggaran yang memungkinkan untuk membantu pembangunan infrastruktur jalan desa.
“Prioritas kami perbaikan jalan provinsi. Setelah itu kalau ada yang bisa kami alokasikan atau didistribusikan, insya Allah akan kita lakukan,” pungkasnya.
Minta Pengawasan Proyek Jalan Diperketat
Selain membahas peluang bantuan untuk jalan desa, Mirza juga meminta seluruh proyek perbaikan jalan provinsi diawasi secara ketat.
Instruksi tersebut disampaikan saat meninjau proyek perbaikan ruas jalan Kotagajah-Gunung Sugih di Kabupaten Lampung Tengah pada Jumat (17/7/2026).
Mirza meminta kontraktor, konsultan, dan pengawas lapangan menjalankan tugas sesuai standar teknis dan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, pengawasan sejak awal pengerjaan diperlukan agar hasil perbaikan memiliki kualitas yang baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.
“Saat ini pengerjaan sedang berjalan dan kita meninjau langsung progresnya. Kami tidak ingin ada permasalahan pada kualitas maupun teknis. Kita harus menjaga bagaimana kontraktor, konsultan, dan pengawas benar-benar berjalan sesuai dengan aturan,” tegas Mirza.
Pemprov Lampung ingin memastikan proyek rekonstruksi jalan memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Ruas Kotagajah-Gunung Sugih juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi daerah.





