JAKARTA – Pimpinan DPR RI mengingatkan pemerintah agar pelibatan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak tidak menimbulkan kesan intimidasi maupun pemaksaan terhadap masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai pemerintah perlu memastikan kebijakan tersebut tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan yang selama ini mendorong kesadaran masyarakat untuk melaporkan kewajiban pajaknya secara mandiri.
“Nah, ini jangan sampai menimbulkan ketidakpercayaan kepada masyarakat karena kan beberapa waktu lalu pemerintah meminta kesadaran dari semua, apa namanya, masyarakat untuk melaporkan pajaknya secara mandiri,” ujar Puan usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Puan mengatakan, DPR melalui komisi terkait akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan langkah pengawasan baru itu tidak mengubah sikap masyarakat yang selama ini telah memenuhi kewajiban perpajakannya secara sukarela.
“Karena adanya paksaan atau hal lain yang membuat kesadaran masyarakat yang kemarin itu sudah mau melaporkan pajaknya secara mandiri kemudian jadi berubah,” tuturnya.
DPR Minta Tidak Ada Kesan Intimidasi
Senada dengan Puan, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengingatkan agar keterlibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan perpajakan tidak menimbulkan rasa takut di kalangan wajib pajak.
“Seakan-akan wajib pajak itu ditakut-takuti dan menimbulkan rasa ketakutan dan yang paling penting, jangan sampai nanti para wajib pajak itu merasa terteror,” kata Saan.
Ia menilai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) perlu mempertimbangkan dampak dari pelibatan institusi di luar ranah perpajakan dalam pelaksanaan pengawasan kepatuhan wajib pajak.
“Nah, ini, ini penting sekali ya, jadi sebelum melakukan ini penting sekali dari apa, pajak ini untuk memikirkan dampak dengan menggandeng institusi yang memang bukan tugasnya, bukan ranahnya. Jadi sekali lagi ini penting sekali,” ujarnya.





