SORONG – Kepanikan melanda warga saat kebakaran menghanguskan permukiman di Jalan Misool Lorong 2, Kelurahan Klasuur, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Senin (20/7/2026) malam. Dalam insiden tersebut, sebanyak 10 rumah ludes terbakar dan 102 jiwa terdampak.
Di tengah kobaran api yang dengan cepat membesar, warga hanya sempat menyelamatkan anak-anak serta sebagian dokumen penting sebelum api melahap bangunan yang berdempetan.
Salah seorang korban, Ida, mengungkapkan bahwa saat warga menyadari adanya kebakaran, api sudah dalam kondisi membesar sehingga upaya menyelamatkan harta benda hampir tidak memungkinkan.
“Semua sudah lihat api sudah berkobar. Kita lari untuk berusaha padamkan, tapi posisi sumur juga kering. Banyak bahan seperti plastik, jadi api cepat sekali membesar,” kata Ida di Posko Darurat, Selasa (21/7/2026).
Di tengah kepanikan tersebut, Ida memilih menyelamatkan tiga balita yang berada di dalam rumah. Ketiga anak itu masing-masing berusia sekitar empat tahun, tiga tahun, dan belum genap dua tahun.
“Yang saya selamatkan itu anak kecil tiga orang. Umurnya 4 tahun, 3 tahun, dan satu lagi mau masuk 2 tahun,” ujarnya.
Selain mengevakuasi anak-anak, warga juga berusaha menyelamatkan sejumlah surat penting. Namun, sebagian dokumen, termasuk kartu ATM yang digunakan untuk menerima gaji suaminya, tidak dapat diselamatkan.
“Sebagian surat-surat tidak terselamatkan, seperti ATM gaji suami dan beberapa dokumen lainnya. Tapi nanti akan diurus kembali,” katanya.
Ida menuturkan, beberapa sepeda motor milik warga turut hangus karena api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.





