Kronologi Ade Bhakti Diduga Diteror Paket COD Misterius Senilai Rp451 Ribu, Datang Tanpa Pernah Dipesan

SEMARANG – Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti, mengungkap kronologi dirinya menerima paket Cash on Delivery (COD) misterius senilai Rp451.000 yang dikirim ke kantor Damkar di Kecamatan Semarang Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/7/2026). Ade juga membagikan pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya, @adebhakti, dan menduga pengiriman paket tersebut merupakan bentuk teror yang berkaitan dengan dinamika politik yang belakangan menyeret namanya.

Kronologi Paket COD Misterius Dikirim ke Kantor Damkar

Ade menjelaskan, paket atas namanya tiba di kantor Damkar sekitar pukul 13.18 WIB. Padahal, ia menegaskan tidak pernah memesan barang dengan metode pembayaran di tempat atau COD.

Baca Juga :  Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027, Ini 7 Pertimbangannya

Kecurigaannya semakin muncul setelah mengetahui nomor telepon yang tercantum pada paket bukan merupakan nomor miliknya.

Saat dikonfirmasi, Ade membenarkan adanya pengiriman paket tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bagaimana identitasnya bisa digunakan untuk menerima kiriman yang tidak pernah ia pesan.

“(Bagaimana ceritanya dapat paket COD?) Nggak ngerti. Aku kan punya asisten pribadi,” kata Ade, dikutip dari TribunJateng, Minggu (12/7/2026).

“Anak-anak biasanya di kantor itu nek (kalau) nggak bisa ngubungi aku, ngubungi asistenku toh. Nah, tahu-tahu tadi dikirim itu terus telepon aku,” lanjutnya.

Asisten Sempat Mengonfirmasi Soal Paket

Ade menuturkan, asistennya sempat menghubunginya untuk memastikan apakah paket tersebut memang merupakan pesanannya.

Baca Juga :  Dituntut 5 Bulan Penjara karena Beli Pertalite 25 Liter Pakai Jeriken, Terdakwa Minta Dibebaskan

Namun, ia langsung membantah pernah melakukan pembelian menggunakan sistem COD.

“Pak, Bapak, COD? Aku ra tahu COD (tidak pernah COD). Seumur-umur ra tahu COD. Tidak pernah saya pesan paketan kirim ke kantor Damkar, pasti ke rumah,” kata Ade menirukan percakapannya dengan sang asisten.

Setelah menerima informasi itu, Ade langsung menghubungi kantor Damkar untuk memastikan detail pengiriman paket tersebut.

“Saya terus telepon kantor, ‘Mas, aku enggak pernah pesan apa-apa, Mas. Nilainya berapa?’ 451,” jelas Ade.

“Difoto, divideo kurirnya, tak posting untuk pembelajaran bersama,” imbuhnya.

Pos terkait