Dari Filsafat hingga Buku Kuliner
Tak hanya sejarah dan perang, Prabowo juga memiliki koleksi buku filsafat, politik, ilmu pengetahuan, hingga ekonomi.
Beberapa di antaranya The Republic karya Plato, The Muqaddimah karya Ibn Khaldun, The Origins of Political Order, The Changing World Order, Capital and Ideology, Kissinger, The Gene, The Song of the Cell, Behave, An Immense World, The Sixth Extinction, serta Why Nations Fail.
“Seolah-olah setiap pertanyaan melahirkan pertanyaan berikutnya. Setelah memahami sejarah, seseorang perlu memahami negara. Setelah memahami negara, ia perlu memahami manusia. Setelah memahami manusia, ia perlu memahami alam,” kata Dirgayuza.
Menariknya, di antara deretan buku sejarah dan filsafat tersebut juga terdapat koleksi buku kuliner dunia seperti The Food Lab, Salt, Fat, Acid, Heat, Flavor, Plenty, Thai Food, Classic Italian Cooking, The World Atlas of Coffee, hingga karya-karya Anthony Bourdain.
Menurut Dirgayuza, keberadaan buku-buku tersebut menunjukkan bahwa peradaban tidak hanya dibangun oleh perang dan politik, tetapi juga oleh makanan, budaya, dan cara manusia hidup bersama.
“Barangkali itulah sebabnya banyak keputusan penting, diskusi strategis, hingga percakapan santai berlangsung di perpustakaan ini. Karena bagi seorang pembaca, buku bukanlah pajangan. Buku adalah lawan bicara,” pungkasnya.





