Daftar Buku Bacaan Prabowo Subianto Terungkap, dari Sejarah Dunia hingga Filsafat Politik

Koleksi Buku Sejarah Dunia hingga Peradaban

Menurut Dirgayuza, rak-rak perpustakaan Prabowo menggambarkan perjalanan panjang sejarah dan peradaban dunia.

Beberapa judul buku yang disebutkan antara lain Ghost Empire, SPQR, Ancient Egypt, Classical Greece, Crusades, The Great Plague, Renaissance World, The Fall of the Ottomans, The Plantagenets, Royal Stuarts, The Victorians, Louis XIV, Napoleon, hingga Wellington.

Selain itu, terdapat pula berbagai buku yang membahas Rusia, Tiongkok, Jepang, India, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga Asia Tenggara.

“Seolah seluruh peradaban dunia berkumpul dalam satu ruangan,” ucap Dirgayuza.

Indonesia Mendapat Tempat Khusus

Dirgayuza menuturkan, sejarah Indonesia juga memperoleh porsi besar di perpustakaan pribadi Prabowo.

Baca Juga :  Terkesan Ringan, Begini Hasil Sidang KKEP Kasus Rudapaksa yang Melibatkan Anggota Polisi di Jambi

Beberapa koleksi yang disebut antara lain Java in a Time of Revolution, Java: A History, The Indonesian National Revolution, The Indonesia Reader, Indonesian Etc, Nathaniel’s Nutmeg, dan A History of Modern Indonesia.

“Seolah mengingatkan bahwa memahami Indonesia berarti memahami perjalanan panjang bangsa ini sejak masa kerajaan, kolonialisme, revolusi, hingga menjadi negara modern,” katanya.

Koleksi Buku Sejarah Perang dan Strategi

Perpustakaan tersebut juga dipenuhi berbagai buku bertema sejarah perang dan strategi militer.

Di antaranya The Guns of August, The Sleepwalkers, Paris 1919, The Great War, The First World War, Battle Cry of Freedom, trilogi The Civil War karya Shelby Foote, Gettysburg, Grant, Lincoln, The Rise and Fall of the Third Reich, The Longest Day, A Bridge Too Far, Citizen Soldiers, An Army at Dawn, World War II, The Liberation Trilogy, Vietnam: A History, A Bright Shining Lie, Dispatches, hingga Embers of War.

“Buku-buku itu bukan sekadar menceritakan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Mereka berbicara tentang bagaimana pemimpin mengambil keputusan ketika semua pilihan sama-sama buruk, bagaimana logistik menentukan nasib sebuah bangsa, bagaimana moral pasukan sering kali lebih penting daripada jumlah tentaranya, dan bagaimana kesalahan kecil dapat mengubah arah sejarah dunia,” jelas Dirgayuza.

Pos terkait