HANOI – Kepolisian Vietnam mengungkap dugaan jaringan penyelundupan berlian lintas negara yang diduga dipimpin oleh seorang warga negara India. Kasus tersebut menyeret puluhan tersangka dan berdampak pada salah satu perusahaan perhiasan terbesar di Vietnam.
Penyelidikan yang diumumkan bulan lalu mengungkap para pelaku diduga menyembunyikan berlian di dalam koper, sepatu, hingga pakaian untuk menyelundupkannya melalui sejumlah bandara di Vietnam.
Polisi Provinsi Thanh Hoa menyatakan telah menahan 31 orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Menurut penyidik, sindikat itu diduga diorganisasi oleh seorang warga negara India yang berbasis di Hong Kong.
Pihak berwenang kemudian memperluas penyelidikan setelah menemukan indikasi bahwa kelompok tersebut telah menyelundupkan lebih dari 30.000 berlian dengan nilai melebihi 1,5 triliun dong atau sekitar Rp1 triliun ke Vietnam.
Diduga Memanipulasi Sertifikasi Berlian
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip dari The Straits Times pada 16 Juli 2026, berlian hasil penyelundupan tersebut dijual dengan harga sekitar sepertiga lebih murah dibandingkan harga pasar di Vietnam.
Dalam proses selanjutnya, ukiran laser asli dari Gemological Institute of America (GIA) pada berlian diduga dihilangkan di laboratorium sertifikasi permata.
Setelah itu, berlian diduga diukir ulang dan dilengkapi laporan sertifikasi yang melebih-lebihkan kualitasnya sehingga dapat dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Polisi juga mengungkap bahwa transaksi dilakukan melalui aplikasi pesan terenkripsi. Sementara pembayaran disebut menggunakan kode yang mengacu pada nomor seri uang kertas dolar Amerika Serikat.





