Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran dalam upaya melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Serangan tersebut menjadi operasi malam ke-10 secara berturut-turut yang berlangsung pada Senin (20/7/2026), sejak ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan, serangan terbaru menyasar pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan udara.
Melalui unggahan di platform X, Centcom menyebut operasi tersebut dilakukan untuk “lebih melemahkan” kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Centcom juga memastikan bahwa kapal-kapal komersial masih dapat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berjanji memberikan hukuman kepada Iran atas kematian tiga tentara Amerika.
Trump sebelumnya mengatakan Iran telah dihantam “sangat keras” sebagai bentuk penghormatan kepada tiga tentara AS yang tewas, yakni dua orang di Yordania dan satu lainnya di Irak.
Departemen Pertahanan AS mengidentifikasi dua korban sebagai Prajurit Isabella Gonzales (19) asal Texas dan Letnan Tyler James Feehan (25) dari Hawaii.
Keduanya tewas dalam serangan Iran terhadap Pangkalan Muwaffaq Salti di Yordania pada akhir pekan lalu.
Centcom menyatakan seorang anggota militer lainnya sempat dinyatakan hilang dalam pertempuran. Jenazah yang belum teridentifikasi kemudian ditemukan di sekitar lokasi serangan.
Di sisi lain, Iran membalas gelombang serangan AS dengan menargetkan dua kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya kini terlibat dalam perang “skala penuh” dengan Amerika Serikat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menyerang infrastruktur pusat data perusahaan Amerika, Amazon, di Bahrain menggunakan sejumlah rudal jelajah.
Iran menyebut tim penyelamat tengah mengevakuasi awak dua kapal tanker yang diserang saat berupaya melintasi Selat Hormuz.
Sementara itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menerima laporan mengenai kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal. Awak kapal tersebut dilaporkan meninggalkan kapal menggunakan sekoci penyelamat.
Hingga kini, belum diketahui apakah kapal yang dilaporkan UKMTO merupakan salah satu dari dua kapal tanker yang disebut oleh Iran.
Ketegangan juga meluas ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Militer Yordania mengaku telah menembak jatuh tiga rudal Iran, sedangkan Kuwait berhasil mencegat sebuah drone.
Bahrain turut melaporkan adanya serangan drone Iran yang menargetkan sistem navigasi udara. Namun, otoritas setempat memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan.
Meski pertempuran terus berlangsung, Teheran menyatakan jalur komunikasi diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat masih terbuka melalui negara-negara perantara.





