Siasat Mayor Faisal Kirim Sabu Pakai Pesawat TNI AL Terungkap, Disamarkan dalam Kotak Sepatu PDL

MEDAN – Mayor Laut Faisal Mulia didakwa mengedarkan narkotika jenis sabu dengan memanfaatkan pesawat TNI Angkatan Laut (TNI AL) sebagai sarana pengiriman ke luar daerah.

Modus yang terungkap dalam persidangan menunjukkan sebanyak 12 paket sabu terlebih dahulu disamarkan ke dalam kemasan makanan ringan, kemudian dimasukkan ke dalam kotak sepatu PDL TNI AL.

Kotak sepatu yang berisi sabu tersebut selanjutnya diserahkan kepada Co-Pilot Pesawat Udara CN 235 nomor lambung P-8305 yang dijadwalkan terbang dari Tanjung Pinang menuju Jakarta.

Namun, upaya pengiriman itu akhirnya terbongkar setelah Faisal diamankan di shelter pesawat bersama barang bukti 12 paket sabu yang disebut akan dikirim ke Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga :  Mayor Faisal Didakwa Edarkan Sabu, Keuntungan Penjualan Disebut Dipakai untuk Kembali Mengonsumsi Narkotika

Perkara tersebut kini disidangkan di Pengadilan Tinggi Militer I Medan dengan agenda pemeriksaan saksi pada Senin (10/8/2026).

Berawal dari Pembelian Sabu di Batam

Kasus yang menjerat Faisal bermula saat ia menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasiopslat) Wing 1 Puspenerbal di Kepulauan Riau pada November 2025.

Pada 22 November 2025, Faisal bersama istrinya yang berinisial MBP berangkat dari Tanjung Pinang menuju Batam.

Sesampainya di Batam, Faisal menghubungi rekannya bernama Rizal dengan tujuan memperoleh narkotika jenis sabu.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kasus YTR di Polda Jabar, Tersangka Akui Penganiayaan Berat Terjadi di Tiga Lokasi

Faisal kemudian meminta Rizal menghubungi seseorang bernama Kapak untuk memesan sabu seberat sekitar 8 gram.

Kapak memenuhi permintaan tersebut dengan mendatangi penginapan tempat Faisal menginap.

Di dalam kamar penginapan, Faisal menerima sabu tersebut dan membayar sebesar Rp7,5 juta.

Setelah transaksi selesai, Faisal, MBP, dan Kapak disebut mengonsumsi sabu bersama-sama.

Selanjutnya, Faisal dan istrinya menuju SNL Tanjung Uma, Batam, sebelum kembali ke Tanjung Pinang dengan membawa sisa sabu yang diperoleh dari Kapak.

Pos terkait