MEXICO CITY – Menjelang Piala Dunia 2026, Kota Meksiko menampilkan simbol unik berupa axolotl yang menghiasi berbagai ruang publik. Wajah hewan amfibi endemik Meksiko tersebut dapat ditemukan di mural, gerbong kereta bawah tanah, hingga instalasi seni di berbagai sudut kota.
Bahkan, sejumlah karya seni menampilkan axolotl sedang menggiring bola sepak, menjadikannya seolah ikon tidak resmi turnamen yang akan dibuka di Stadion Azteca pada 11 Juni mendatang. Kota Meksiko sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah lima pertandingan, termasuk laga pembuka.
Namun di balik popularitasnya sebagai simbol Piala Dunia 2026, muncul kritik dari sebagian warga lokal yang dikenal sebagai “Chilangos”. Mereka menilai pemerintah terlalu fokus mempromosikan axolotl untuk kepentingan turnamen, sementara upaya pelestarian spesies tersebut belum menjadi prioritas utama.
Sebagaimana dilansir Reuters, Senin (8/6/2026), axolotl saat ini berstatus sangat terancam punah (critically endangered). Bahkan, para peneliti yang melakukan pemantauan di alam liar mengaku tidak lagi menemukan spesies tersebut dalam dua tahun terakhir.
Fenomena ini memunculkan gerakan kritik yang disebut “axolotlization”, yang juga ramai di media sosial melalui meme yang menggambarkan axolotl raksasa seperti Godzilla sebagai bentuk sindiran terhadap kampanye promosi pemerintah.
Meski demikian, tidak semua warga bersikap negatif. Ernesto Velazquez, penjual suvenir berusia 19 tahun di Taman Chapultepec, berharap popularitas axolotl justru dapat meningkatkan kesadaran publik untuk melindungi spesies tersebut.
“Beberapa turis asing bahkan bertanya apakah hewan ini bisa dimakan. Saya menjelaskan bahwa tidak, karena mereka terancam punah,” kata Velazquez kepada Reuters.
“Saya berharap Piala Dunia membantu lebih banyak orang mengenal axolotl sehingga kita bisa merawat dan melindunginya dengan lebih baik,” tambahnya.




