China Berhasil Meniru Cara Kerja Matahari, Teknologi ‘Matahari Buatan’ EAST Buka Jalan Energi Masa Depan

Pembangkit Listrik Fusi Masih Butuh Waktu

Meski dianggap sebagai terobosan besar, para ilmuwan menegaskan bahwa teknologi pembangkit listrik fusi komersial masih memerlukan waktu panjang untuk diwujudkan.

Masih terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari mempertahankan plasma dalam waktu lebih lama hingga mengembangkan material yang mampu bertahan pada kondisi ekstrem secara berkelanjutan.

Baca Juga :  China Bantah Tuduhan AS soal Pengiriman Senjata ke Iran di Tengah Gencatan Senjata

Hasil penelitian EAST telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances dan melibatkan kolaborasi sejumlah institusi internasional, termasuk Institute of Plasma Physics China, Huazhong University of Science and Technology, serta Aix-Marseille University dari Prancis.

Reaktor EAST sendiri telah beroperasi sejak 2006 dan menjadi salah satu fasilitas riset fusi nuklir terbesar yang digunakan ilmuwan dari berbagai negara.

Baca Juga :  China Gelar Half Marathon Robot Humanoid, Ajang Uji Ketahanan dan AI

Meski listrik dari “matahari buatan” masih belum dapat dinikmati dalam waktu dekat, pencapaian terbaru ini menunjukkan bahwa teknologi fusi nuklir semakin mendekati kenyataan sebagai sumber energi masa depan.

Pos terkait