China Berhasil Meniru Cara Kerja Matahari, Teknologi ‘Matahari Buatan’ EAST Buka Jalan Energi Masa Depan

EAST Berhasil Lampaui Hambatan Fisika

Tim peneliti EAST berhasil mempertahankan stabilitas plasma pada tingkat kepadatan sekitar 1,3 hingga 1,65 kali lebih tinggi dibanding batas Greenwald.

Pencapaian tersebut diperoleh melalui kombinasi berbagai teknologi, termasuk metode pemanasan plasma Electron Cyclotron Resonance Heating (ECRH) dan teknik pengaturan gas awal yang lebih presisi.

Selain itu, para peneliti juga menggunakan desain dinding logam penuh atau all-metal wall untuk mengurangi partikel pengotor yang dapat mengganggu kestabilan plasma.

Berbagai modifikasi tersebut memungkinkan plasma tetap stabil meskipun beroperasi pada tingkat kepadatan yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi.

Baca Juga :  Lebih dari 1.000 Sanksi AS Tak Mampu Lumpuhkan Iran, Teheran Tetap Raup Miliaran Dolar dari Minyak

Lahirnya Teori Baru PWSO

Keberhasilan EAST juga melahirkan teori baru bernama Plasma-Wall Interaction Self-Organisation (PWSO).

Teori ini menjelaskan hubungan antara plasma dan dinding reaktor yang selama ini diyakini berperan dalam munculnya batas Greenwald.

Melalui teori tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa radiasi pada bagian tepi plasma memiliki peran penting dalam menentukan kestabilan plasma.

Hasil eksperimen EAST menunjukkan kesesuaian yang tinggi dengan prediksi teori PWSO, sekaligus menjadi konfirmasi awal terhadap konsep yang disebut density-free region atau wilayah bebas kepadatan.

Selangkah Lebih Dekat Menuju Matahari Buatan

Para peneliti menilai pencapaian ini dapat membuka jalan menuju kondisi fusion ignition.

Baca Juga :  Telkom Beberkan Tantangan Kedaulatan AI di Indonesia, Soroti Pentingnya Kolaborasi Nasional

Fusion ignition adalah kondisi ketika reaksi fusi mampu mempertahankan dirinya sendiri tanpa membutuhkan energi tambahan dari luar, mirip seperti yang terjadi pada Matahari.

Jika kondisi tersebut berhasil dicapai, pembangkit listrik fusi di masa depan berpotensi menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan ukuran reaktor yang lebih efisien.

Dengan kepadatan plasma yang lebih tinggi, laju reaksi fusi dapat meningkat secara signifikan tanpa harus menaikkan suhu ke tingkat yang lebih ekstrem.

Pos terkait