2. Nanik S. Deyang
Setelah perombakan pimpinan BGN, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru menggantikan Dadan Hindayana.
Dalam menjalankan tugasnya, Nanik didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Nanik membawa sejumlah agenda pembenahan, mulai dari meningkatkan efisiensi anggaran, melakukan refocusing penerima manfaat Program MBG, memperluas pemanfaatan hibah dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga merekrut lebih banyak tenaga ahli gizi.
Namun, masa jabatannya hanya berlangsung sekitar 45 hari. Nanik memutuskan mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026) karena alasan kesehatan dan akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” ujar Nanik melalui akun Facebook miliknya, dikutip dari Kompas.com, Rabu.
3. Sudaryono
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto langsung melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang.
Pergantian pimpinan tersebut dilakukan di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kedisiplinan operasional Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN tetap dijabat oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Usai dilantik, Sudaryono menyebut jabatan barunya merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang besar.
“Jadi kalau tangan saya dingin, ya ini kan antara senang, dalam arti dapat tanggung jawab. Tapi juga tanggung jawab juga besar,” ujar Sudaryono, Rabu.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar dapat menjalankan amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional dengan baik serta menyukseskan berbagai program yang menjadi tanggung jawab lembaga tersebut.
Sudaryono juga mengaku siap menerima kritik secara terbuka, termasuk apabila terdapat laporan mengenai dapur-dapur MBG yang melakukan penyimpangan maupun pelanggaran.
“Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah. Kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan. Saya kira itu,” ucapnya.





