JAMBI – Aksi geng motor dan begal yang terjadi di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi, semakin menjadi perhatian masyarakat. Berbagai aksi tawuran antar kelompok, konvoi yang mengganggu ketertiban, hingga tindak kriminal di jalanan dinilai telah menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman bagi warga.
Dansatgas Ikatan Pemuda Bersatu (IPB) Provinsi Jambi, Donal Simanjuntak, menegaskan bahwa keberadaan gerombolan geng motor dan pelaku begal saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Geng motor dan begal semakin meresahkan masyarakat Kota Jambi. Banyak korban yang berjatuhan akibat aksi mereka. Selain melakukan tindak kriminal, mereka juga kerap melakukan tawuran antar kelompok di jalanan yang Sangat membahayakan masyarakat dan pengguna jalan lainnya,” ujar Donal Simanjuntak, Jumat (24/7/2026).
Menurut Donal, aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap para pelaku agar tercipta efek jera dan situasi keamanan tetap terjaga. Ia juga meminta patroli rutin pada malam hingga dini hari terus ditingkatkan di titik-titik yang rawan terjadinya aksi kejahatan di jalanan.
“Patroli malam harus lebih dioptimalkan. Kehadiran aparat di lapangan sangat di harapkan Masyarakat dan penting untuk mencegah aksi geng motor, begal, maupun tawuran yang kerap terjadi pada jam-jam rawan,” katanya.
Namun demikian, Donal menilai penanganan persoalan geng motor tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan saja. Menurutnya, peran serta keluarga, pemerintah daerah, dan pihak sekolah sangat penting mengingat mayoritas pelaku yang terlibat masih berusia muda dan sebagian besar berstatus pelajar.
“Para pelaku rata-rata masih anak di bawah umur atau pelajar. Karena itu, orang tua harus lebih ketat untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan biarkan mereka keluar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan yang jelas,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah dan sekolah untuk memperbanyak kegiatan positif yang dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan energi, kreativitas, dan bakat mereka.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk berkegiatan secara positif, baik melalui olahraga, seni, kegiatan sosial, maupun organisasi kepemudaan. Dengan begitu, mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang mengarah pada tindakan negatif dan kriminal,” ujarnya.
Donal Simanjuntak berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta berperan aktif dalam mengawasi generasi muda. Menurutnya, pencegahan terhadap geng motor dan begal memerlukan kolaborasi antara aparat penegak hukum, orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika seluruh pihak bersinergi, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat Kota Jambi,” pungkasnya.(*)





