CIREBON – Suyoto (60) masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan putrinya, perempuan berusia 23 tahun yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Percakapan itu terjadi pada Minggu sore, sebelum korban meninggalkan rumah mereka di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Saat itu, Suyoto sempat meminta putrinya tidak terburu-buru pergi. Ia juga mengingatkan korban untuk membawa sejumlah keperluan, termasuk pakaian dan obat-obatan.
“Jangan tergesa-gesa kalau mau berangkat itu. Demi kebaikan, ada baju, obat-obatan yang sudah… Sudah itu,” ujar Suyoto saat ditemui di rumahnya, Selasa (22/9/2026).
Dalam percakapan terakhir tersebut, korban juga sempat meminta uang kepada ayahnya untuk membeli bakso. Suyoto kemudian memberikan uang sebesar Rp 30.000.
“Pengin berangkat, ‘Bapak… untuk baso.’ Nanti sorenya minta baso, dikasih duit Rp 30.000,” ucapnya.
Permintaan sederhana itu kini menjadi salah satu kenangan terakhir Suyoto bersama putrinya.
Beberapa jam setelah korban meninggalkan rumah, keluarga menerima kabar bahwa perempuan tersebut telah meninggal dunia.
Korban Hendak Bekerja ke Taiwan
Di tengah duka, keluarga juga mengingat rencana korban yang sedang mempersiapkan diri untuk kembali bekerja di luar negeri.
Muah (52), ibu korban, mengatakan putrinya berencana berangkat ke Taiwan pada pekan berikutnya.
Korban disebut telah mengikuti pelatihan di sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja.
“Kemarin mau berangkat ke Taiwan tuh sudah belajar di PT Sumber,” ucap Muah.
Sebelumnya, korban juga pernah bekerja di Malaysia selama sekitar satu tahun.
“Malaysia itu cuma setahun, setahun pulang. Sekarang mau berangkat ke Taiwan,” jelasnya.
Namun, rencana korban untuk kembali bekerja di luar negeri itu belum sempat terwujud.
Korban justru ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di Jalan Suryadinaya Utara, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.





