Trump Bantah Iran Tutup Selat Hormuz, Tegaskan Kapal Dagang Masih Bisa Melintas

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah klaim Iran yang menyatakan telah menutup Selat Hormuz menyusul eskalasi terbaru konflik antara kedua negara.

Menurut Trump, jalur pelayaran strategis tersebut masih terbuka bagi kapal-kapal komersial meski Teheran mengumumkan penutupan hingga waktu yang belum ditentukan.

“(Selat) itu terbuka. Kami membombardir mereka habis-habisan tadi malam,” kata Trump dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan program Meet the Press NBC News.

Trump juga menuding Iran sempat menyetujui sebuah kesepakatan sehari sebelumnya. Namun, menurutnya, Teheran kemudian melancarkan serangan drone terhadap sebuah kapal sehingga AS memutuskan kembali melakukan serangan.

Iran Klaim Selat Hormuz Ditutup

Dilansir BBC, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah pertempuran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  3 Negara Ini Bikin AS Kewalahan, Tetap Bertahan Meski Dihantam Ribuan Sanksi Ekonomi

Meski demikian, pemerintah AS tetap menyatakan bahwa jalur pelayaran tersebut masih dapat dilalui kapal-kapal sipil maupun komersial.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) pada Minggu (12/7/2026) juga menegaskan akan terus menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut Centcom, operasi militer terbaru terhadap Iran bertujuan mengurangi kemampuan Teheran dalam melancarkan serangan terhadap kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Amerika Serikat mengklaim menyerang lebih dari 140 target militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.

Washington menyebut kapal tersebut diserang rudal jelajah milik Angkatan Garda Revolusi Iran (IRGC) karena menggunakan jalur yang disebut tidak mendapat persetujuan.

Baca Juga :  JD Vance Pimpin Delegasi AS ke Pakistan, Bahas Negosiasi Gencatan Senjata dengan Iran

Centcom mengatakan kapal mengalami kerusakan pada ruang mesin sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Satu awak kapal dilaporkan hilang, sementara otoritas maritim Inggris menyebut seluruh kru berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci.

Serangan AS diklaim menghantam berbagai sasaran militer Iran, termasuk lokasi rudal dan drone, jaringan komunikasi, serta fasilitas pengawasan di wilayah pesisir.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Iran telah membuat pilihan yang buruk sehingga harus menanggung konsekuensinya.

Di sisi lain, IRGC menyatakan serangan Amerika Serikat menyasar sejumlah pangkalan pantai dan menara telekomunikasi di wilayah selatan Iran.

Pos terkait