Trump Bantah Iran Tutup Selat Hormuz, Tegaskan Kapal Dagang Masih Bisa Melintas

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap pangkalan militer AS dan negara-negara sekutunya di kawasan.

IRGC mengklaim fase pertama serangan balasan menyasar Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania yang disebut menghancurkan pusat komando serta hanggar drone MQ-9.

Iran juga melaporkan peluncuran rudal ke arah Pulau Qeshm, yang merupakan salah satu lokasi strategis sekaligus pangkalan penting IRGC di kawasan Teluk.

Baca Juga :  Detik-detik Serangan AS ke Teheran Usai Penembakan Dua Pesawat, Klaim Tewaskan Pemimpin Iran

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga menjabat sebagai kepala negosiator Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat menegaskan bahwa “era kesepakatan sepihak telah berakhir.”

“Sudah kami katakan: tepati janji atau bayar harganya. Kenyataan sedang mengetuk pintu,” tulis Ghalibaf di media sosial X.

Baca Juga :  China Kecam Blokade Selat Hormuz oleh AS, Sebut Tindakan Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab

Pertempuran terbaru tersebut juga dinilai mengancam gencatan senjata sementara yang disepakati bulan lalu untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mendorong penyelesaian konflik secara permanen.

Meski demikian, Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih akan terus berlanjut dan para mediator tetap berupaya menghidupkan kembali proses diplomatik.

Pos terkait