KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia resmi memperpanjang kerja sama dengan perusahaan eksplorasi bawah laut Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang lebih dari 12 tahun lalu.
Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Transportasi Malaysia pada Senin (29/6/2026), setelah kabinet menyetujui perpanjangan kontrak dengan skema “no find, no fee” atau “tidak menemukan, tidak dibayar” pada Jumat (26/6/2026).
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan keputusan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam upaya mengungkap nasib pesawat MH370 yang hingga kini masih menjadi misteri.
“Keputusan ini merupakan wujud komitmen pemerintah yang berkelanjutan dan teguh untuk memberikan kepastian bagi keluarga para penumpang dan awak penerbangan MH370,” kata Loke dalam pernyataannya, dikutip dari ABC News, Senin.
Pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu mengangkut 227 penumpang dan 12 awak saat menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.
Berdasarkan data satelit, pesawat diketahui berbelok dari jalur penerbangannya sebelum bergerak ke arah selatan menuju Samudra Hindia bagian selatan, yang diyakini menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
Pencarian MH370 Diperpanjang hingga Pertengahan 2027
Ocean Infinity sebelumnya telah melakukan pencarian MH370 hingga 2018. Selanjutnya, pada 2025 perusahaan tersebut kembali menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Malaysia untuk melanjutkan pencarian di area seluas 15.000 kilometer persegi.
Dalam perjanjian tersebut, Ocean Infinity hanya akan menerima pembayaran sebesar 70 juta dolar AS apabila berhasil menemukan puing-puing utama pesawat.
Anthony Loke menjelaskan, perpanjangan kerja sama akan berlaku selama 12 bulan, mulai 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2027.
“Perpanjangan perjanjian ini berlaku selama 12 bulan, mulai 1 Juli tahun ini hingga 30 Juni 2027,” ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin.
Menurut Loke, perpanjangan kontrak diperlukan agar Ocean Infinity dapat menyelesaikan pencarian di sisa area seluas 7.428,54 kilometer persegi yang belum sempat dijelajahi.
Ia menambahkan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan komitmen komersial baru Ocean Infinity yang mengharuskan kapal beserta aset utama pencarian dipindahkan sementara ke lokasi lain pada periode November 2026 hingga April 2027.
Dengan tambahan waktu tersebut, perusahaan diharapkan dapat menuntaskan pencarian di seluruh area yang telah disepakati.





