3 Negara Ini Bikin AS Kewalahan, Tetap Bertahan Meski Dihantam Ribuan Sanksi Ekonomi

WASHINGTON DC – Amerika Serikat selama bertahun-tahun menggunakan sanksi ekonomi sebagai salah satu instrumen utama untuk menekan negara-negara yang dianggap mengancam kepentingannya.

Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, Sabtu (20/6/2026), sejumlah negara tetap mampu bertahan bahkan menemukan cara untuk menghindari dampak sanksi tersebut.

Iran menjadi salah satu contoh utama. Meski telah dijatuhi lebih dari 1.000 sanksi dalam 18 bulan terakhir, Teheran tetap mampu mempertahankan sumber pendapatan, terutama dari sektor ekspor minyak.

Baca Juga :  Iran Tegas Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata dan Negosiasi Perang

Iran Tetap Bertahan di Tengah Tekanan Sanksi

Kampanye sanksi Amerika Serikat terhadap Iran bertujuan menekan Teheran agar mengubah sejumlah kebijakan, termasuk program nuklirnya.

Sanksi tersebut dirancang untuk memutus akses Iran terhadap sistem keuangan internasional serta mengisolasi ekonominya.

Namun, Iran masih mampu menghasilkan pendapatan miliaran dolar, terutama melalui penjualan minyak ke China. Pada 2024, Iran diperkirakan meraup sekitar 43 miliar dolar AS atau setara Rp766 triliun dari ekspor minyak meski berada di bawah tekanan sanksi.

Baca Juga :  Sidang PBB Memanas, Dubes Israel dan Utusan Khusus Guterres Terlibat Adu Mulut Terbuka

Kondisi ini membuat posisi tawar Washington dalam negosiasi dengan Teheran menjadi lebih terbatas.

Bahkan, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut sempat melakukan blokade fisik terhadap pelabuhan Iran untuk menekan ekspor minyak dan memaksa Teheran kembali ke meja perundingan.

Iran juga disebut memanfaatkan jaringan perusahaan cangkang dan perantara di China, Uni Emirat Arab, serta Turkiye untuk mempertahankan aktivitas ekonominya.

Pos terkait