10.000 Demonstran Gerakan “Kecoak” Kepung Parlemen India, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur

NEW DELHI – Bentrokan terjadi dalam aksi unjuk rasa yang diikuti lebih dari 10.000 demonstran dari gerakan pemuda “Kecoak” atau Cockroach Janta Party di New Delhi, India, Senin (20/7/2026).

Polisi dilaporkan menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk membubarkan massa yang bergerak menuju gedung parlemen pada hari pertama sidang musim hujan parlemen India.

Massa pendukung gerakan tersebut menuntut Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri serta mendesak pemerintah memberantas dugaan korupsi dalam sistem ujian nasional.

Aksi demonstrasi semakin membesar setelah muncul kemarahan publik atas tindakan rawat inap paksa terhadap aktivis veteran Sonam Wangchuk (59), yang sebelumnya menjalani aksi mogok makan selama tiga pekan.

Di tengah rintik hujan, para demonstran terus meneriakkan tuntutan agar Menteri Pendidikan mundur dari jabatannya.

Baca Juga :  Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Mulai Kembali ke Rumah

“Sistem busuk ini menolak untuk mengambil tindakan. Sistem ini tidak bisa melihat penderitaan para mahasiswa,” ujar guru yoga, Jyoti Rajput.

Salah satu peserta aksi lainnya, Sneha Eppili (26), menegaskan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab terhadap tuntutan masyarakat.

“Saya memilih pemerintah ini, jadi mereka harus bertanggung jawab. Itu hak asasi manusia mendasar,” katanya.

Berawal dari Skandal Ujian Nasional

Aksi demonstrasi dipusatkan di kawasan Jantar Mantar, New Delhi. Meski pemerintah menutup sejumlah stasiun metro di sekitar lokasi, ribuan massa tetap mendatangi area tersebut dengan berjalan kaki sambil membawa bendera India.

Wakil Komisaris Polisi Delhi, Sachin Sharma, sempat mengimbau massa untuk membubarkan diri karena lokasi dinilai telah melebihi kapasitas.

Namun, laporan jurnalis Al Jazeera, Neha Poonia, menyebut sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aparat antihuru-hara menggunakan tongkat untuk mendorong massa menjauh dari awasan parlemen.

Baca Juga :  Trump Murka Dikritik soal Kesepakatan Iran, JD Vance Pasang Badan Bela Perjanjian AS-Iran

“Video yang beredar secara daring menceritakan kisah berbeda tentang pasukan polisi antihuru-hara yang menggunakan tongkat untuk mendorong mundur orang-orang,” lapor Poonia.

Gelombang protes ini bermula dari skandal pembatalan ujian masuk kedokteran nasional yang melibatkan sekitar 2,2 juta peserta setelah terjadi dugaan kebocoran soal pada Mei 2026.

Insiden tersebut memaksa pemerintah menggelar ujian ulang dan memicu sorotan luas, termasuk terkait dampak psikologis yang dialami para siswa.

Pemerintah India sebelumnya telah mengundang dua perwakilan aktivis untuk berdialog dengan Menteri Kesehatan JP Nadda.

“Tuntutan kami jelas. Para pemuda telah berkumpul dalam jumlah besar,” ujar juru bicara gerakan, Saurav Das, melalui platform X.

Pos terkait