Dua Hari Sebelum Penusukan, Anton Konsultasi soal Perceraian
Andre juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum penusukan terjadi, Anton sempat berkonsultasi dengan penasihat hukum Aulia Aziz Al Haqqi.
Menurut Andre, konsultasi tersebut berkaitan dengan rencana perceraian sekaligus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disebut dialami Anton.
Andre mengaku mendampingi adiknya saat menemui penasihat hukum tersebut. Ia menyebut keluarga telah menyiapkan sejumlah bukti terkait dugaan kekerasan.
Menurut Andre, Anton pernah mengalami memar di kedua pahanya akibat dipukul menggunakan benda tumpul.
Ia juga menyebut helm pernah digunakan untuk memukul Anton hingga rusak.
“Dua hari sebelum kejadian penusukan merupakan hari terakhir saya bertemu dengan adik saya. Kami ke penasihat hukum untuk konsultasi terkait KDRT yang dialami adik saya serta proses perceraian yang akan dijalani,” kenang Andre menahan sedih.
Hubungan Deka dengan Keluarga Anton Disebut Renggang
Andre juga mengatakan hubungan Deka dengan keluarga Anton selama ini tidak dekat.
Menurut dia, Deka tidak menghadiri rangkaian acara setelah ayah Anton meninggal dunia, termasuk hingga peringatan 40 hari.
Andre mengatakan Anton dan Deka sebelumnya pernah tinggal selama sekitar satu tahun di rumah orangtua korban di SP Padang.
Selama tinggal di sana, menurut Andre, Deka tidak banyak berinteraksi dengan keluarga.
“Kalau korban sedang berkumpul bersama keluarga di depan rumah, ia (pelaku) langsung mengirim WhatsApp agar adik saya cepat masuk ke rumah,” beber dia.





