Mengapa Kota Barcelona Berbentuk Kotak-Kotak? Ini Sejarah Kawasan Eixample yang Mendunia

BARCELONA – Bagi wisatawan yang pertama kali melihat Barcelona dari udara, ada satu hal yang langsung mencuri perhatian: pola bangunan yang tersusun rapi membentuk kotak-kotak layaknya papan catur raksasa.

Tata kota yang unik tersebut berasal dari Distrik Eixample, salah satu kawasan paling ikonik di Barcelona, Spanyol. Dalam bahasa Catalan, Eixample berarti “perluasan” atau “pengembangan”, merujuk pada wilayah yang dibangun untuk memperluas Barcelona di luar kawasan kota tua.

Keunikan Eixample berawal pada pertengahan abad ke-19 ketika insinyur dan perencana kota asal Catalan, Ildefons Cerdà, merancang pengembangan Barcelona dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan kota di Eropa saat itu.

Baca Juga :  Asal-usul Kata Kudeta, Serapan Bahasa Prancis yang Pernah Dipopulerkan Tan Malaka di Indonesia

Alih-alih mempertahankan jalan sempit dan berliku seperti kota-kota abad pertengahan, Cerdà memperkenalkan pola grid atau kisi-kisi yang teratur. Setiap blok bangunan dibuat berbentuk persegi dengan sudut yang dipotong (chamfer) serta memiliki ruang terbuka di bagian tengah.

Desain tersebut tidak hanya menciptakan tampilan yang simetris saat dilihat dari udara, tetapi juga bertujuan meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta mempermudah mobilitas masyarakat.

Berkat tata letaknya yang terstruktur, kawasan Eixample kini menjadi salah satu contoh perencanaan kota modern yang paling berpengaruh di dunia.

Warisan Ildefons Cerdà

Mengutip Barcelona Tourist Guide, Distrik Eixample membentang di sebelah utara Plaça de Catalunya dan meluas ke arah timur maupun barat, dengan Passeig de Gràcia sebagai salah satu jalan utamanya.

Baca Juga :  Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Usai Israel Bombardir Lebanon

Rancangan Ildefons Cerdà membuat Barcelona memiliki jaringan jalan yang mudah dipahami dan efisien. Dari citra satelit, kawasan ini tampak seperti hamparan blok-blok seragam yang menjadi identitas visual kota.

Konsep tersebut dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk Barcelona yang pesat pada masa Revolusi Industri. Hingga kini, tata kota Eixample masih dipuji karena dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi dan ruang publik secara seimbang.

Pos terkait