Femas Diduga Sudah Rencanakan Kabur Sebelum Berangkat ke Korea Selatan, Sempat Terlacak di Ansan

SIDOARJO – Pihak penyelenggara perjalanan wisata Berani Backpacker menduga peserta tur asal Madiun, Femas Yani Arianto (22), telah merencanakan untuk memisahkan diri dari rombongan sebelum keberangkatan ke Korea Selatan.

Dugaan tersebut muncul setelah Femas dilaporkan meninggalkan rombongan pada hari pertama perjalanan dan diduga sempat bekerja secara ilegal di Korea Selatan.

CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari komunitas warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Korea Selatan.

“Kami mulai melacak keberadaan Femas sejak hari pertama laporan diterima. Berdasarkan informasi dari komunitas WNI di sana, dia sempat bekerja, tetapi tidak betah, lalu kembali lagi ke masjid,” ujar Fariz, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Daftar 16 Tim yang Gagal Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Korea Selatan hingga Iran Tersingkir Dramatis

Menurut Fariz, hasil penelusuran menunjukkan Femas sempat berpindah-pindah lokasi setelah meninggalkan tempat yang diduga menjadi lokasi kerjanya.

Salah satu titik yang sempat terlacak adalah Masjid Ansan di Provinsi Gyeonggi-do, Korea Selatan.

“Femas ada di Ansan. Polisi sudah ke sana, tetapi dia bersembunyi di masjid. Polisi tidak bisa masuk karena itu tempat ibadah. Selain itu, kasusnya masih urusan imigrasi, belum masuk kategori criminal case,” katanya.

Baca Juga :  Hong Myung-bo Dicemooh Suporter saat Tiba di Korea Selatan, Fans Bentangkan Spanduk 'Sepak Bola Korea Mati'

Fariz menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aparat kepolisian Korea Selatan tidak dapat langsung melakukan tindakan terhadap seseorang yang berada di dalam rumah ibadah.

Menurut dia, penindakan baru dapat dilakukan ketika yang bersangkutan keluar dari area masjid.

Namun, saat petugas mendatangi Masjid Ansan, pengurus setempat menyampaikan bahwa Femas sudah tidak lagi berada di lokasi.

“Kami terus mengumpulkan data lokasi dan informasi terbaru. Berdasarkan informasi yang kami terima, yang bersangkutan pindah ke sebuah penginapan kecil yang diduga masih berada di sekitar kawasan masjid itu,” ujarnya.

Pos terkait