Femas Diduga Sudah Rencanakan Kabur Sebelum Berangkat ke Korea Selatan, Sempat Terlacak di Ansan

Diduga Direncanakan Sejak di Indonesia

Fariz menduga Femas telah menyiapkan rencana tersebut sejak masih berada di Indonesia.

Dugaan itu didasarkan pada sejumlah perilaku Femas selama mengikuti agenda perjalanan, termasuk saat sesi foto bersama pada hari pertama.

“Ketika foto bersama, dia seperti sengaja tidak menampakkan diri. Malam harinya, saat peserta diberi waktu bebas untuk berbelanja, dia berpamitan hendak membeli sepatu. Sejak saat itu dia memisahkan diri dari rombongan,” kata Fariz.

Selain itu, Femas disebut sempat menyampaikan kepada peserta lain bahwa dirinya telah membeli paket data roaming internasional selama 30 hari, meski durasi perjalanan wisata yang diikuti jauh lebih singkat.

Baca Juga :  Iran Tegas Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata dan Negosiasi Perang

“Kalau informasi itu lebih cepat kami terima, tentu kami akan melakukan pengawasan lebih ketat dan tidak membiarkannya lepas dari rombongan,” ujarnya.

Berani Backpacker Tawarkan Tiket Pulang Gratis

Sebelum izin tinggal Femas berakhir pada 13 Juli 2026, pihak Berani Backpacker mengaku telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, kepolisian Korea Selatan, serta mendatangi keluarga Femas di Madiun.

Baca Juga :  Jutaan Jemaah Haji Mulai Laksanakan Ritual Lempar Jumrah di Mina

Fariz mengatakan, pihaknya juga menawarkan tiket pesawat pulang secara cuma-cuma apabila Femas bersedia kembali ke Indonesia.

“Saya sudah menyampaikan langsung kepada ibunya. Kalau Femas tidak punya tiket pulang, kami siap membelikannya secara gratis,” katanya.

Hingga kini, pihak penyelenggara mengaku masih terus mengumpulkan informasi terkait keberadaan Femas dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di Korea Selatan untuk memastikan yang bersangkutan dapat kembali ke Indonesia.

Pos terkait