Trump Klaim Berhasil Akhiri Perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina
Selain konflik Iran-Israel, Trump juga mengeklaim mampu mengakhiri perang Rusia-Ukraina serta konflik Israel-Palestina.
Upaya mengakhiri kedua konflik tersebut bahkan menjadi bagian dari janji politik Trump saat berkampanye menjelang Pemilu Presiden AS 2024.
Namun, setelah sekitar satu setengah tahun pemerintahannya, Trump disebut belum mencapai banyak kemajuan dalam upaya tersebut.
Pemerintahan Trump memang telah berupaya mendorong penghentian perang Rusia-Ukraina. Namun, kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan hingga saat ini.
Sementara di Gaza, gencatan senjata telah membuat sebagian besar pertempuran mereda. Meski demikian, kondisi warga Gaza masih buruk dan sebagian besar infrastruktur serta perumahan di wilayah tersebut telah hancur.
Serangan Israel juga masih terjadi di kamp-kamp pengungsi dan menimbulkan korban sipil.
Trump tetap mengeklaim dirinya layak mendapatkan Nobel Perdamaian karena berhasil membantu mengembalikan sandera Israel yang ditahan Hamas.
Trump Bandingkan Dirinya dengan Barack Obama
Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali membandingkan dirinya dengan mantan Presiden AS Barack Obama yang menerima Nobel Perdamaian pada 2009.
Trump mengatakan Obama mendapatkan penghargaan tersebut ketika baru kurang dari satu tahun menjabat sebagai presiden. Ia juga mempertanyakan alasan Obama menerima Nobel Perdamaian.
“Obama mendapatkannya, dan dia tidak melakukan apa-apa—dia masih tidak tahu untuk apa dia mendapatkannya,” kata Trump.
Menurut The Independent, Obama menerima Nobel Perdamaian 2009 atas upayanya dalam diplomasi dan membangun kembali hubungan dengan dunia Muslim setelah hampir satu dekade perang di Irak dan Afghanistan.
Trump kemudian menilai dirinya lebih layak mendapatkan penghargaan tersebut dibandingkan Obama.
Baca juga: Pecahkan Misteri 1 Abad, Peneliti Jepang-Perancis Raih Nobel Kimia





