Kasus Nadiem Makarim Bikin Diaspora Indonesia Khawatir Berinovasi dan Pulang ke Tanah Air

Dinilai Menjadi Sinyal Buruk

Pandangan serupa disampaikan mahasiswa Program Magister Studi Perdamaian dan Konflik di University of Queensland, Tito Tri Kadafi.

Ia menilai ruang bagi anak muda untuk berinovasi di Indonesia semakin sempit karena muncul kekhawatiran terhadap risiko hukum.

“Orang-orang berbakat setelah ini saya yakini menjadi lebih takut mengambil keputusan karena khawatir dijadikan target politik,” ujarnya.

Baca Juga :  Jenazah Prajurit Siswa TNI AD yang Meninggal di Rindam I/BB Pematangsiantar Dipulangkan ke Nias Barat Usai Autopsi

Sementara itu, pakar hukum Indonesia di University of Melbourne, Profesor Tim Lindsey, menilai putusan terhadap Nadiem dapat memengaruhi minat profesional Indonesia untuk bergabung dengan pemerintahan.

Menurutnya, rekam jejak Nadiem sebagai pendiri Gojek dan pilihannya meninggalkan dunia bisnis untuk menjadi menteri membuat kasus tersebut mendapat perhatian luas.

“Ini merupakan sinyal yang sangat buruk, menurut saya, bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk terjun ke pemerintahan Indonesia atau berinvestasi di sana,” kata Tim.

Baca Juga :  BGN Copot 137 Kepala SPPG di Seluruh Indonesia, Sudaryono: Zero Tolerance terhadap Keracunan dan Pelanggaran

Ia juga menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan birokrat maupun pejabat publik yang mengambil keputusan dengan itikad baik.

Menurut Tim, tanpa adanya reformasi hukum, kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan yang berkelanjutan.

Pos terkait