Dinilai Menjadi Sinyal Buruk
Pandangan serupa disampaikan mahasiswa Program Magister Studi Perdamaian dan Konflik di University of Queensland, Tito Tri Kadafi.
Ia menilai ruang bagi anak muda untuk berinovasi di Indonesia semakin sempit karena muncul kekhawatiran terhadap risiko hukum.
“Orang-orang berbakat setelah ini saya yakini menjadi lebih takut mengambil keputusan karena khawatir dijadikan target politik,” ujarnya.
Sementara itu, pakar hukum Indonesia di University of Melbourne, Profesor Tim Lindsey, menilai putusan terhadap Nadiem dapat memengaruhi minat profesional Indonesia untuk bergabung dengan pemerintahan.
Menurutnya, rekam jejak Nadiem sebagai pendiri Gojek dan pilihannya meninggalkan dunia bisnis untuk menjadi menteri membuat kasus tersebut mendapat perhatian luas.
“Ini merupakan sinyal yang sangat buruk, menurut saya, bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk terjun ke pemerintahan Indonesia atau berinvestasi di sana,” kata Tim.
Ia juga menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan birokrat maupun pejabat publik yang mengambil keputusan dengan itikad baik.
Menurut Tim, tanpa adanya reformasi hukum, kondisi tersebut berpotensi menjadi persoalan yang berkelanjutan.





