BGN Copot 137 Kepala SPPG di Seluruh Indonesia, Sudaryono: Zero Tolerance terhadap Keracunan dan Pelanggaran

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan pencopotan 137 kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia akibat sejumlah pelanggaran.

“Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur (SPPG) di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono dalam keterangan video yang diterima Kompas.com, Senin (3/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, kepala SPPG yang dicopot tersebar di sejumlah provinsi. Rinciannya meliputi 49 orang di Jawa Barat, 26 orang di Lampung, 11 orang di Jawa Timur, 10 orang di Sumatera Utara, 10 orang di Banten, serta lima orang di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kejagung Buka Peluang Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Ini Alasannya

Menurutnya, salah satu kepala SPPG yang diberhentikan merupakan penanggung jawab dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMK Negeri 6 Semarang, lokasi terjadinya dugaan keracunan massal.

“Yang di Semarang itu termasuk Kepala SPPG yang dapurnya menimbulkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” ucap dia.

Sudaryono menegaskan, pencopotan ratusan kepala SPPG tersebut tidak semata-mata dipicu oleh kasus keracunan, melainkan juga berbagai bentuk pelanggaran disiplin lainnya.

“Ada juga kasus indisipliner lain, termasuk kasus phishing, dia berwenang mencairkan dana tetapi mengaku menjadi korban scam sehingga mengaku uangnya hilang. Kami juga memberhentikan yang bersangkutan dan dapurnya kami suspend,” kata dia.

Baca Juga :  Kepala Sekolah SMK Swasta di Tangsel Dicopot usai Dugaan Child Grooming Viral

Ia menekankan bahwa BGN menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran maupun penyimpangan.

“Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain itu kita zero tolerance, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana ya trust is good, but control is better,” kata dia.

Pos terkait