Jembatan Gantung Rusak di Mukomuko, 2.000 Warga Desa Talang Buai Terisolasi

Asril mengatakan warga juga tidak memiliki jalur alternatif yang aman untuk keluar masuk desa.

“Tidak ada jalur alternatif. Kalau nekat menyeberangi sungai, kondisinya dalam dan berarus deras,” katanya.

Aktivitas Pendidikan dan Pemerintahan Terganggu

Selain sektor ekonomi, aktivitas pendidikan juga terdampak akibat kerusakan jembatan tersebut.

Desa Talang Buai memiliki sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang sebagian tenaga pendidiknya berasal dari luar desa. Sementara pelajar tingkat SMA yang bersekolah di luar desa juga mengalami kesulitan untuk berangkat belajar.

Baca Juga :  Gudang Diduga Milik PT BW di Kawasan Industri Talang Duku Muaro Jambi Terbakar Hebat

“Melintasi jembatan harus menggunakan empat buah papan darurat sambil mendorong motor. Khawatirnya mereka terjatuh ke dalam sungai,” ujar Asril.

Ia menambahkan, pelayanan pemerintahan desa juga ikut terhambat karena perangkat desa kesulitan melakukan perjalanan ke kantor kecamatan maupun kabupaten.

“Kantor camat dan kantor bupati berada di luar desa. Kalau kepala desa dan perangkat hendak bertugas ke luar desa, aktivitasnya ikut terhambat,” katanya.

Diusulkan Masuk Program Jembatan Garuda

Pemerintah Desa Talang Buai telah mengajukan permohonan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) setempat agar jembatan tersebut dapat diperbaiki atau dibangun kembali melalui Program Jembatan Garuda milik TNI.

Baca Juga :  Jaksa Serang Balik Pleidoi Nadiem Makarim di Kasus Chromebook, Singgung White Collar Crime dan Beberkan 8 Fakta Persidangan

“Kami sudah mengajukan ke Dandim. Tentu masih menunggu apakah permohonan itu diterima atau tidak,” ujar Asril.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, mengatakan usia jembatan yang sudah puluhan tahun menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan yang terus berulang.

Pos terkait