PURWAKARTA – Memasuki hari kedelapan penyelidikan kasus kematian petugas keamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II, Sumarna (42), kepolisian kembali melakukan pencarian alat bukti di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Setelah memasang garis polisi di area pos pengamanan tempat korban terakhir bertugas, penyidik menurunkan seekor anjing pelacak (K9) pada Jumat (31/7/2026) sore untuk menyisir lokasi kejadian.
Pantauan di lokasi menunjukkan, anjing pelacak mulai diturunkan dari dalam pos pengamanan yang sebelumnya telah disterilkan oleh petugas. Selanjutnya, K9 menyusuri sejumlah titik di sekitar pos, lalu bergerak ke area tanggul, tepi waduk, hingga permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan korban.
Proses penyisiran berlangsung dengan pengawalan personel kepolisian dan menarik perhatian warga. Ratusan warga tampak memadati kawasan tanggul Waduk Jatiluhur untuk menyaksikan proses pencarian menggunakan anjing pelacak tersebut.
Sebelumnya, pada siang hari, Tim Identifikasi Polda Jawa Barat bersama Satreskrim Polres Purwakarta juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang. Area pos pengamanan dipasangi garis polisi dan disterilkan guna memudahkan penyidik mengumpulkan alat bukti tambahan, termasuk menelusuri sidik jari maupun jejak lain yang masih mungkin ditemukan.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengatakan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat alat bukti dalam proses penyelidikan.
“Di sini ada dari Inafis Polda, dari jajaran Reskrim juga ada, kami ada di sini untuk melakukan olah TKP ulang,” kata Febri di lokasi, Jumat (31/7/2026).
Menurut Febri, kepolisian juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut untuk menyampaikannya kepada penyidik.
Ia mengakui masih ada sebagian warga yang merasa takut memberikan keterangan kepada polisi. Karena itu, dirinya turun langsung ke lokasi untuk memberikan pemahaman bahwa informasi sekecil apa pun dapat membantu proses pengungkapan kasus.
“Pada saat itu saya juga mendapat informasi dari teman-teman kepolisian yang sebelumnya sudah coba ke TKP mencari informasi dari warga sekitar. Namun yang saya lihat masih ada beberapa masyarakat yang ketakutan memberikan informasi,” ujarnya.
Febri menegaskan kehadirannya di lokasi bukan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga untuk membantu keluarga korban memperoleh kepastian hukum.
“Apa yang Ibu dengar, apa yang Ibu lihat, apa yang Ibu ketahui, tolong disampaikan ke kami. Setidaknya bisa membantu keluarga korban cepat mendapatkan kepastian hukum,” katanya.





