BENGKULU — Kerusakan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menghambat aktivitas sekitar 2.000 warga yang bergantung pada akses tersebut untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan pemerintahan.
Kepala Desa Talang Buai, Asril, mengatakan jembatan yang telah berusia sekitar 25 tahun itu mengalami kerusakan parah sejak Senin (15/6/2026), sehingga tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun masyarakat secara normal.
“Saat ini jembatan yang usianya sudah 25 tahun itu rusak parah. Akibatnya mobil pengangkut hasil panen sawit, padi, serta anak sekolah juga guru tidak bisa lewat,” kata Asril saat dihubungi melalui telepon, Selasa (16/6/2026).
Jembatan gantung tersebut menjadi penghubung utama Desa Talang Buai dengan 12 desa lain di Kecamatan Selagan Raya. Kerusakan yang terjadi membuat mobilitas warga terganggu dan aktivitas sehari-hari menjadi terhambat.
Menurut Asril, jembatan itu sebelumnya beberapa kali mengalami kerusakan dan telah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mukomuko.
“Jembatan sebenarnya sering rusak lalu diperbaiki Dinas PUPR. Namun kali ini kerusakannya cukup parah dan dinas terkendala anggaran karena efisiensi,” ujarnya.
Distribusi Hasil Pertanian Terhambat
Kerusakan jembatan berdampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Mobil pengangkut hasil panen sawit dan padi tidak dapat melintasi jembatan sehingga distribusi hasil pertanian dari desa tersebut terganggu.





