Jembatan Gantung Rusak di Mukomuko, 2.000 Warga Desa Talang Buai Terisolasi

“Itu jembatan sudah puluhan tahun. Kerusakan memang banyak terjadi, ditambah masyarakat semakin banyak menggunakannya untuk mengangkut hasil pertanian seperti sawit dan padi sehingga beban jembatan semakin berat,” kata Apriansyah.

Menurut dia, pemerintah daerah saat ini menyiapkan dua skema penanganan, yakni mengusulkan pembangunan melalui Program Jembatan Garuda TNI serta mengajukannya kepada DPR RI sebagai proyek prioritas tahun 2027.

Baca Juga :  Gempa Gorontalo M5,6 Hari Ini Guncang Luwuk hingga Banggai, BMKG Sempat Update Magnitudo

“Dua skema pengajuan kami lakukan ke TNI dan DPR RI. Semoga ada yang disetujui. Pengajuan tersebut meliputi pembangunan jembatan dan jalan,” ujarnya.

Apriansyah menambahkan, dokumen dan kajian teknis pembangunan jembatan telah diserahkan kepada pihak terkait sebagai bagian dari proses pengajuan.

Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital yang menunjang mobilitas sekitar 2.000 warga, 600 hektare lahan persawahan, serta ribuan hektare perkebunan sawit.

Baca Juga :  Kronologi Siswa SMAN 11 Surabaya Tewas Dikeroyok, Dipicu Masalah Ganti Rugi Sandal hingga Sempat Digeletakkan di Emperan Toko

“Kami berharap usulan kami diterima agar pembangunan jembatan yang dinantikan masyarakat dapat terealisasi,” katanya.

Saat ini, Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko masih melakukan perbaikan darurat agar jembatan dapat digunakan secara terbatas.

“Perbaikan darurat sedang kami lakukan saat ini. Kami mohon masyarakat bersabar karena jembatan belum dapat dimanfaatkan secara normal,” ujar Apriansyah.

Pos terkait