MALANG – Sebanyak 435 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang akan digelar sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang BerGerak di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/6/2026).
Personel pengamanan berasal dari berbagai unsur, meliputi Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan pengamanan dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi oleh mahasiswa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Dari informasi yang kami terima, akan dilaksanakan penyampaikan aspirasi dari elemen mahasiswa. Sesuai dengan arahan Kapolres Kombespol Putu Kholis Aryana, kami memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasinya secara aman, dan tertib,” kata Lukman, Rabu (17/6/2026).
Lukman menjelaskan, total personel yang diterjunkan terdiri atas 350 personel Polresta Malang Kota, 30 personel Satpol PP Kota Malang, 10 personel Dishub Kota Malang, 30 personel Kodim 0833/Kota Malang, 10 personel Dinkes, serta lima petugas Damkar.
Menurutnya, jumlah personel pengamanan dapat ditambah sesuai perkembangan situasi di lapangan. Penambahan kekuatan akan dilakukan apabila kondisi aksi dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan.
“Apabila situasinya berubah, maka seluruh unsur pengamanan akan dilibatkan. Termasuk pengerahan mobil water canon, melihat kondisi yang terjadi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pengamanan aksi dilakukan dengan pendekatan humanis dan tetap menghormati hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.





