Dinkes Bogor Siagakan Layanan Medis 24 Jam untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Layanan kesehatan tersebut disiagakan selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang terdampak maupun membutuhkan informasi terkait kondisi kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan medis atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi Puskesmas terdekat, Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, PSC 119 yang siaga selama 24 jam,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Abu vulkanik mengandung partikel debu halus dan material silika yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan, mata, serta kulit.

Baca Juga :  Gudang Minyak Diduga Ilegal di Kota Jambi Terbakar Hebat, 7 Mobil Damkar Dikerahkan

Paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kesehatan manusia, khususnya kelompok rentan.

“Kelompok rentan yang perlu perhatian khusus antara lain bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis,” ungkapnya.

Dinkes Bogor Imbau Warga Gunakan Masker

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Masker yang digunakan sebaiknya jenis N95 atau minimal masker medis dua lapis.

“Kurangi aktivitas di luar rumah selama sebaran abu masih terjadi jika tidak mendesak,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta menutup jendela, pintu, dan ventilasi rumah untuk mencegah debu vulkanik masuk ke dalam ruangan.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Sapi Mati dengan Dua Paha Belakang Hilang di Gunungkidul, Keluarga Tak Melapor

Selain itu, warga diimbau menggunakan kacamata pelindung dan menghindari penggunaan lensa kontak untuk mengurangi risiko iritasi mata. Apabila mata terasa perih, masyarakat diminta tidak menguceknya dan cukup membilas dengan air bersih yang mengalir.

“Banyak minum air putih dan gunakan pelembab kulit untuk mengurangi iritasi akibat debu,” tambahnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk membersihkan sumber air dari endapan abu atau menutup tempat-tempat penampungan air. Buah dan sayuran juga harus dicuci hingga bersih sebelum dikonsumsi.

“Segera periksakan ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada atau iritasi mata/kulit yang tidak membaik,” pungkasnya.

Pos terkait