Warga Keluhkan Lambatnya Kedatangan Damkar
Menurut Ida, warga sempat mengalami kesulitan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Ia menyebut mobil pemadam baru tiba lebih dari satu jam setelah api mulai berkobar.
“Itu sudah satu jam lebih baru datang. Kita telepon juga sangat susah. Waktu pemadam datang, rumah-rumah sudah rata dengan tanah,” ujarnya.
Selama menunggu bantuan, warga bergotong royong memadamkan api dan membantu mengevakuasi penghuni rumah yang terdampak.
Ida mengatakan, sebagian besar warga telah menetap di kawasan tersebut secara turun-temurun selama puluhan tahun.
“Kita sudah 65 tahun tinggal di sini, dari nenek kakek, anak sampai cucu,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Sorong dapat membantu membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.
“Kami butuh bantuan rumah kami dibangun kembali karena sudah lama tinggal di sini,” ujarnya.
Sebanyak 102 Jiwa Terdampak
Kepala Dinas Sosial Kota Sorong, Muliani, mengatakan hasil verifikasi sementara menunjukkan kebakaran menghanguskan 10 bangunan yang dihuni oleh 22 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 102 jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk sementara, posko darurat dibuka di rumah Ketua RT setempat dan kami sedang menyiapkan tenda posko gabungan bersama BPBD, Dinas Kesehatan, dan relawan,” kata Muliani.
Menurutnya, Dinas Sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan masa tanggap berupa kasur, karpet, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, dan kebutuhan konsumsi harian.
“Kebutuhan perlengkapan anak seperti pampers, susu, hingga seragam sekolah juga tengah dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan pihaknya menyiagakan petugas Puskesmas Sorong Kota selama 24 jam di lokasi pengungsian.
“Kami akan menyiapkan obat-obatan dan juga dari Tim Penggerak PKK Kota Sorong akan menyalurkan bantuan makanan siap saji dan pakaian layak pakai,” katanya.





