Kota Padang Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Sumsel, Jambi, dan Riau

PADANG – Kabut asap menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (24/8/2026). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, cuaca di Kota Padang terasa cukup terik dengan suhu berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius.

Namun, langit biru tidak terlihat. Jarak pandang menuju kawasan Bukit Barisan juga tampak terhalang lapisan kabut berwarna putih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, mengonfirmasi kabut asap tersebut diduga kuat bukan berasal dari titik api di wilayah Sumatera Barat.

Menurut dia, kabut asap terbawa pergerakan angin dari sejumlah provinsi tetangga.

Baca Juga :  Gempa M 7,8 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Jepang, BMKG RI Tetapkan Status Siaga

“Kabut asap ini kiriman dari provinsi tetangga di Sumbar. Ada dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Dan ini dipengaruhi angin juga,” ujar Tasliatul, Senin (24/8/2026).

Meski secara visual kabut asap mengurangi jarak pandang, DLH Sumbar memastikan kualitas udara di Kota Padang dan wilayah pesisir barat Sumatera Barat masih berada dalam batas aman.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada dalam kategori baik.

Data tersebut menunjukkan parameter PM10, PM2.5, SO2, CO, dan O3 tercatat rendah hingga sedang. Sementara itu, rentang ISPU Sumbar berada pada level 0–50 atau kategori baik.

Baca Juga :  Bibit Siklon Tropis 96W Muncul di Utara Papua, BMKG Ungkap Dampaknya untuk Indonesia

“Dalam beberapa jam terakhir parameternya relatif rendah dan konstan. Artinya kita masih kategori sehat. Untuk Kota Padang, kondisi udaranya masih baik,” jelas Tasliatul.

Ia menambahkan, kategori ISPU terbagi ke dalam beberapa tingkatan.

Meski kondisi kabut asap belum menyebabkan kualitas udara berada pada tingkat berbahaya, masyarakat tetap diimbau mewaspadai jarak pandang yang terbatas ketika beraktivitas di luar ruangan.

DLH Sumbar bersama instansi terkait juga akan terus memantau perkembangan pergerakan asap serta parameter kualitas udara secara berkala.

Pos terkait