Polisi Selidiki Sapi Mati dengan Dua Paha Belakang Hilang di Gunungkidul, Keluarga Tak Melapor

YOGYAKARTA – Polisi menyelidiki kasus sapi mati misterius dengan kondisi dua paha bagian belakang hilang di Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Peristiwa tersebut dialami keluarga Parsudi pada Jumat (4/9/2026). Meski demikian, keluarga memilih tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian karena menganggapnya sebagai musibah.

Kanit Reskrim Polsek Panggang, Aiptu Suyanto, mengatakan sapi ditemukan dalam kondisi mati dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

“Kondisi sapi saat itu ada bekas sayatan di bagian leher, tidak sampai putus itu, hanya seperti bekas disembelih saja. Selain itu, dua paha bagian belakang sapi hilang,” kata Suyanto saat dihubungi melalui telepon, Senin (7/9/2026).

Namun, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian sapi milik Parsudi tersebut.

Baca Juga :  Tembok Pagar SDN Minomartani 2 Sleman Roboh Timpa Warga, 10 Orang Terluka

Suyanto mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah sapi tersebut mati akibat tindakan manusia atau faktor lainnya. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

“Semua itu masih memerlukan pembuktian, karena itu kami lakukan penyelidikan,” kata dia.

Menurut Suyanto, tidak ditemukan ceceran darah dari lokasi kejadian menuju jalan utama maupun keluar dari area ladang.

“Tidak ada ceceran bercak darah ke jalan utama atau keluar dari alas,” ucap Suyanto.

Keluarga Tak Mau Melapor

Suyanto mengatakan keluarga pemilik sapi enggan membuat laporan resmi ke kepolisian. Bahkan, Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, telah menemui pemilik sapi untuk mengetahui kejadian tersebut.

Baca Juga :  Mobil Damkar Bangka Barat Terbakar saat Terparkir di Garasi, Polisi Selidiki Penyebabnya

“Korban tidak mau lapor karena menurut korban kejadian itu merupakan suatu musibah,” kata dia.

Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco menjelaskan, sapi milik Parsudi pertama kali diketahui mati oleh istri Parsudi, Partiyem.

Saat itu, Partiyem mengecek sapi milik keluarganya yang berada di ladang pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, ketika tiba di kandang, ia mendapati sapi tersebut telah mati dengan beberapa luka pada tubuhnya.

“Sapi tersebut terakhir kali terlihat masih dalam kondisi hidup dan sehat pada Kamis (3/9/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Gatot saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat.

Pos terkait