Bawa Pistol dan 16 Peluru, Pria Ditangkap di Dekat Lapangan Golf Donald Trump Jelang Kunjungan Presiden AS

Donald Trump Beberapa Kali Menjadi Sasaran Ancaman

Donald Trump diketahui telah beberapa kali menjadi sasaran ancaman maupun serangan dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir.

Salah satu insiden paling serius terjadi saat kampanye pemilihan presiden di Pennsylvania pada Juli 2024. Saat itu, Trump ditembak ketika sedang berpidato di hadapan para pendukungnya.

Peluru mengenai bagian telinga Trump, sementara pelaku penembakan tewas di lokasi kejadian.

Trump kemudian menyatakan bahwa peluru tersebut nyaris merenggut nyawanya karena hanya meleset sekitar seperempat inci.

Baca Juga :  Presiden LaLiga Kritik 'Keheningan Bersekongkol' FIFA soal Kasus Folarin Balogun

Pada Februari tahun ini, Secret Service juga menembak mati seorang pria yang mencoba memasuki kediaman Trump di Mar-a-Lago, Florida, secara ilegal.

Pada bulan yang sama, seorang pria lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat setelah dinyatakan bersalah karena berupaya membunuh Trump saat bermain golf di klub miliknya di Florida pada 2024.

Selain itu, Cole Allen didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap presiden pada April setelah terdengar suara tembakan saat acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih di Washington.

Baca Juga :  Bus Masuk Jurang di Pakistan, Sedikitnya 40 Orang Tewas dan 11 Terluka

Kasus ancaman lainnya juga melibatkan seorang pria asal Pakistan yang dinyatakan bersalah pada awal tahun ini karena merencanakan pembunuhan terhadap Trump dan sejumlah politikus Amerika Serikat. Rencana tersebut dikaitkan dengan kematian komandan militer Iran, Qassem Soleimani, dalam serangan AS pada 2020.

Sebelumnya, pada 2016, seorang pria asal Inggris berusia 20 tahun juga sempat mencoba merebut senjata milik petugas kepolisian saat menghadiri rapat umum Trump di Las Vegas. Pria tersebut kemudian mengaku datang dengan niat membunuh Trump.

Pos terkait