Tangis Ibu Siswi SMP Korban Pembunuhan di Nabire: “Harapan Kami Hilang”, Keluarga Minta Keadilan

NABIRE – Duka mendalam menyelimuti keluarga Maria Lumbaa setelah putri tunggalnya, CKC (14), menjadi korban pembunuhan di kawasan Jalan Raya Waroki, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Siswi kelas VII salah satu SMP negeri di Nabire itu diduga dianiaya hingga meninggal dunia, kemudian tubuhnya dibakar oleh teman dekatnya yang juga masih berusia 14 tahun dan berinisial A.

Kasus dugaan pembunuhan berencana yang diduga berlatar motif asmara tersebut kini tengah ditangani secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nabire.

Kronologi Kejadian dan Momen Terakhir Korban

Perwakilan keluarga korban, Ruben Tandi, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, CKC sempat bermain dan makan cilok bersama keponakannya di rumah duka yang berada di Jalan Nabarua Bawah.

Baca Juga :  3 Terdakwa Kasus Korupsi Kredit Sritex Divonis Bebas oleh Pengadilan Tipikor Semarang

“Mereka main di rumah kami. Berceria sambil makan cilok,” ujar Ruben saat prosesi pemakaman korban, Minggu (2/8/2026).

Sekitar pukul 20.00 WIT, korban meminta izin keluar rumah tanpa membawa telepon selulernya.

“Katanya mamanya ada suruh ke toko untuk membeli sesuatu. HP-nya dikasi tinggal di rumah,” kata Ruben.

Korban kemudian berjalan menuju kawasan Dunia Kolor sebelum dijemput oleh tersangka A menggunakan kendaraan.

Baca Juga :  Ratusan Saksi Kasus Korupsi KPR Bank BUMN di Karawang Mangkir dari Panggilan Kejari

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, tersangka membawa korban ke kawasan sepi di Jalan Raya Waroki, dekat Pantai Naikere.

Di lokasi tersebut diduga terjadi percekcokan. Polisi menyebut tersangka sempat mengejar korban menggunakan sebilah pisau bergagang hitam. Korban sempat berusaha melarikan diri, namun kemudian kembali mendekati tersangka setelah dibujuk.

Saat korban berada di dekatnya, tersangka diduga mencekik leher korban hingga tidak berdaya.

Setelah korban terjatuh, tersangka diduga menyiramkan minyak tanah yang dibawa menggunakan botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter, kemudian membakar tubuh korban di lokasi kejadian.

Pos terkait