Trump Bantah AS Kehabisan Amunisi di Tengah Perang Iran, Tegaskan Pasokan Senjata Terus Diproduksi

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan yang menyebut militer AS mengalami kekurangan stok amunisi di tengah konflik dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah beredarnya laporan media yang menyoroti kondisi persediaan senjata Amerika Serikat yang disebut mulai menipis.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (6/8/2026) pagi, presiden ke-45 dan ke-47 Amerika Serikat itu menegaskan bahwa pasokan amunisi negaranya masih dalam kondisi aman.

“AS memiliki sejumlah besar ‘amunisi,’ terutama jenis tertentu,” tulis Trump, dikutip dari BBC.

Ia juga menambahkan bahwa produksi dan distribusi amunisi terus dilakukan sesuai kebutuhan.

“Selain itu, sejumlah besar amunisi sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Dalam unggahan lainnya, Trump secara langsung menanggapi pemberitaan media mengenai kondisi persediaan senjata AS.

Baca Juga :  Jepang Peringatkan Potensi Banjir di Kyushu Utara akibat Hujan Lebat dan Ancaman Topan

“Saya benar-benar percaya ‘pelaporan’ palsu mereka adalah pengkhianatan!” tegasnya.

Trump juga menyatakan bahwa pemerintah sedang memburu pihak-pihak yang diduga membocorkan informasi internal terkait kondisi persenjataan militer.

“Para ‘pembocor’ pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan diupayakan!” ancam Trump.

Isu Keretakan Internal di Pentagon

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap Pentagon mengenai kondisi stok persenjataan militer AS.

Perhatian tersebut semakin besar karena konflik dengan Iran telah memasuki bulan keenam, sementara upaya mencapai kesepakatan damai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Tekanan terhadap pemerintah AS juga meningkat setelah Washington Post melaporkan pada Rabu (5/8/2026) malam bahwa Trump sempat berkonfrontasi dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait potensi kelangkaan senjata.

Baca Juga :  Ironi Axolotl Jadi Ikon Piala Dunia 2026 di Meksiko, Padahal Nyaris Punah di Alam Liar

Laporan itu mengutip sumber anonim. Namun, BBC menyebut informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Di sisi lain, Trump membantah adanya keretakan hubungan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

“Saya sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan Pete Hegseth,” tulis Trump.

Sementara itu, CBS News mengutip dua sumber anonim yang memiliki pengetahuan langsung mengenai persoalan tersebut.

Menurut laporan CBS, Amerika Serikat telah menggunakan sebagian besar stok rudal presisi jarak jauhnya selama konflik berlangsung.

Hingga kini, jumlah pasti persediaan rudal AS masih menjadi informasi yang dirahasiakan pemerintah.

Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Pete Hegseth juga memperketat akses informasi bagi media di lingkungan Pentagon.

Pos terkait