Korban Gempa Jepang Bertahan di Pengungsian di Tengah Cuaca Panas dan Krisis Air Bersih

TOKYO – Korban selamat dari gempa bumi bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah selatan Jepang kini harus menghadapi ancaman krisis air bersih dan terputusnya aliran listrik di tengah gelombang cuaca panas akibat El Nino.

Gempa bumi yang melanda Prefektur Kumamoto pada Selasa (28/7/2026) tersebut merobohkan rumah-rumah warga dan merusak jalan-jalan utama di Kota Yatsushiro. Di tengah upaya pemulihan, ancaman kesehatan akibat suhu ekstrem menjadi perhatian utama pemerintah setempat.

Pejabat Kota Yatsushiro, Akio Matsushita, mengungkapkan bahwa terbatasnya pasokan air bersih dan listrik di tengah musim panas menjadi tantangan terbesar bagi para pengungsi.

Baca Juga :  Pasukan Israel Serang Warga Palestina Saat Pemakaman di Tepi Barat

Hingga Kamis (30/7/2026), sebagian besar dari sekitar 58.000 rumah tangga di kota pelabuhan tersebut masih belum mendapatkan akses air bersih maupun aliran listrik, dua hari setelah gempa mengguncang wilayah itu.

“Karena cuaca panas musim panas, kekurangan air terasa sangat menyiksa,” kata Akio Matsushita saat ditemui di Balai Kota Yatsushiro, dikutip dari South China Morning Post, Kamis.

Matsushita yang memimpin upaya bantuan darurat mengaku belum dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa-pipa air utama yang mengalami kerusakan parah.

Baca Juga :  Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Mulai Kembali ke Rumah

“Ini akan membutuhkan pekerjaan yang sangat teliti, dan saat ini belum ada jadwal pasti,” ujarnya.

Akibat fasilitas toilet di Balai Kota Yatsushiro tidak berfungsi, para petugas terpaksa mendirikan toilet darurat di atas lubang got di luar gedung di bawah suhu udara yang mencapai sekitar 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan tinggi.

Pos terkait