Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Ditolak Dukcapil, Kemendagri Tegaskan Nama Tidak Boleh Disingkat

JAKARTA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa nama yang dicantumkan dalam dokumen kependudukan tidak diperbolehkan menggunakan singkatan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya nama seorang bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang diberi nama Muhammad MBG Subianto.

“Sebenarnya memang di dalam Permendagri itu kan, antara lain ya, nama itu tidak boleh ada singkatan,” kata Teguh saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Meski demikian, Teguh menyatakan pihaknya masih akan memastikan apakah unsur “MBG” dalam nama tersebut merupakan singkatan atau memiliki makna lain.

“Nah sekarang kalau nama MBG itu dimaknai sebagai apa? Bukan harus diganti. MBG itu dimaknai sebagai singkatan atau bukan? Kalau MBG itu dimaknai sebagai memang bukan singkatan, saya pikir tidak melanggar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Kematian Wanita di Jombang Terungkap, Korban Sempat Teriak Minta Ampun Sebelum Ditemukan Tewas

“Tapi kalau kemudian itu singkatan, balik lagi sesuai peraturan. Kan ada beberapa kriteria untuk memberikan nama,” sambungnya.

Teguh juga mengaku akan mengecek apakah nama tersebut telah tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), termasuk kemungkinan adanya usulan perubahan nama.

“Nanti saya cek juga, apakah sudah masuk ke dalam SIAK kita atau belum. Terkait nama apakah pakai nama MBG atau … Kan Muhammad MBG Subianto. Apakah ada usulan penggantian atau tidak, saya belum cek lagi,” pungkasnya.

Nama Bayi Terinspirasi Program MBG dan Prabowo

Muhammad MBG Subianto merupakan anak ketiga dari pasangan Ambon Yasin dan Yuharni, warga Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Nama tersebut diberikan karena rasa syukur Yuharni setelah memperoleh pekerjaan sebagai koordinator ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 25 Agustus 2025.

Baca Juga :  BGN Bantah Isu SPPG Cilacap Berada di Hutan dan Kuburan, Tegaskan 114 Titik Sudah Terdaftar Resmi

Menurut Yuharni, pekerjaan tersebut menjadi titik balik yang membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

“Karena saya kerja di MBG. Saya sangat suka dengan program itu karena sangat membantu,” kata Yuharni.

“Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto supaya menjadi kenangan sampai seumur hidup. Biar ada nama Pak Presidennya buat kenang-kenangan,” sambungnya.

Nama “MBG” diambil dari singkatan Makan Bergizi Gratis, sedangkan “Subianto” merujuk pada nama Presiden RI Prabowo Subianto.

Nama tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Yuharni dan suaminya, Ambon Yasin. Dalam pembicaraan keluarga, Ambon hanya meminta agar nama depan anak mereka menggunakan “Muhammad”.

“Subianto itu dari Prabowo Subianto. Biar ada nama Pak Presiden yang menurut saya berjasa menghadirkan program MBG,” tutur Yuharni.

Pos terkait