Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran di Titik Kritis, Negosiasi Belum Temui Jalan Keluar

Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berada dalam situasi yang sangat rapuh di tengah proses negosiasi yang belum menemukan titik temu.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih pada Senin (11/5).

“Saya akan mengatakan bahwa saat ini situasinya sangat lemah, seperti berada di ambang kematian,” kata Trump.

Baca Juga :  Kapal Iran Tetap Melintas di Selat Hormuz Meski Blokade AS, Gunakan Jalur Pelayaran Khusus

Trump juga menggambarkan kondisi gencatan senjata tersebut seperti pasien kritis yang memiliki peluang sangat kecil untuk bertahan. Pernyataan itu muncul setelah ia menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran terkait konflik yang masih berlangsung.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah proses negosiasi terkait program nuklir Iran dan situasi di Selat Hormuz belum mencapai kesepakatan. Iran disebut meminta pencabutan sanksi dan penghentian blokade laut, sementara Amerika Serikat tetap menuntut pembatasan program nuklir Teheran.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5 Persen Setelah Trump Klaim Selat Hormuz Akan Dibuka

Di sisi lain, ketidakpastian situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami kenaikan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.

Meski situasi disebut melemah, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran guna mencapai kesepakatan baru.

Pos terkait